MUHASABAH CINTA

Ya Allah jadikanlah cintaMU padaku dan cintaku padaMU cukup menjadi hartaku

Sandal Jepit Istriku…. June 2, 2010

Filed under: baiti jannati,cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jun

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh… betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan. “Ummi… Ummi, kapan kau dapat memasak dengan benar…? Selalu saja, kalau tak keasinan…kemanisan, kalau tak keaseman… ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.”Sabar bi…, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul…? ” ucap isteriku kalem. “Iya… tapi abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini…!” Jawabku dengan nada tinggi. Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah merebak. *** Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan ‘baiti jannati’ di rumahku. Namun apa yang terjadi…? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak (pecah). Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta pora di dapur, dan cucian… ouw… berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan detergen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada. “Ummi…ummi, bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini…?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihat itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah…?” Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis…,” batinku berkata dalam hati. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihat…? Isteri shalihat itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai dipipinya. “Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak. *** Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. “Ya sudah, kalau abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam bus dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi. “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan. Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin sendiri. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Dug! Hati ini menjadi luruh. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus. “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku. “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidahku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri. Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” Sedang aku..? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku…? terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terdzalim!!! “Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berbaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia. “Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini. “Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku. *** Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,”ucapnya dengan suara tulus. Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan ‘iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku…? Semoga berguna bagi kita semua….amin ya rabbal alamien takenfromnet……Buat para mujahid dakwah..renungkanlah kisah sandal jepit ini,dan tanyalah hati kita sejauh mana perhatian kita (bukan hanya soal sandal dll) terhadap sosok makhluk bernama istri di tengah2 kesibukan kita…tanya?

 

Tuan putri June 29, 2009

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jun

kamar-pengantinAssalamu’alaikum wr wb 

Tuan putri zainab syahidah

Apa kabar putri hari ini? Aku sangat merindukan tuan putri,rindu mendengar tuan putri mengaji siap sholat tahajjud,rindu melihat tuan putri menjauhiku dan bergegas mengambil whudu’ dikala semua orang tertidur lelap.Tuan putri zainab,sudah hampir 20 tahun aku menemani tuan putri dikamar kesayangan putri yang putri tempelkan sebuah kata-kata “jangan masuk sebelum mengucapakan Assalamu’alaikum” hari hari kebersamaan kita dikamar begitu indah putri.

 

 

Sejak usiamu 5 tahun ummi dan abi telah mempersiapkan kamar pribadi buat tuan putri,zainab syahidah nama putri yang dipersiapkan semenjak anti didalam kandungan.Tuan putri sejak usia 15 tahun kulihat tuan putri begitu aktif dan mulai jarang menemaniku tidur dan bersandar di pundakku,tuan putri mulai kulihat sibuk dengan beberapa kertas proposal,kajian-kajian ke Islaman dan juga teman-teman putri yang sering putri bawa ke kamar,lalu putri tulis-tulis sesuatu sambil menerangkan dengan serius sepertinya agenda dakwah…yang ku tahu dan kukenal lewat ummi dan abinya putri,mereka orangtua yang beruntung memiliki putri ceria lagi bersahaja.Tuan putri aku sungguh bahagia saat pertama setelah tamat SMP tuan putri memutuskan berjilbab,tuan putri tulis di diary sambil bersandar di pundakku bahwa tuan putri ingin ridho Allah dan menutup aurat,kulihat sebuah perubahan yang drastis denganmu tuan putri.kulihat tuan putri sering menangis sholat malam,lalu membaca al quran dengan khusuknya,aku tahu surah kesayangan ar rahmannya mishary Rashid selalu menemanimu sebelum tidur di pundakku yang hangat.

 

Tuan putri,di saat usiamu beranjak 20 tahun,semakin kulihat perubahan dalam dirimu,dan semakin sering pula kau tinggalkan daku sendiri dikamar sepi.tapi aku nguping kudengar sang ummi sering memberi nasehat jangan lupa makan walaupun sibuk,dengan sopan dan lembut putri selalu melayani keperluan ummi,ummi dan abi ingin sekali putri punya adik agar tidak kesepian di rumah,tapi ummi kondisi tubuh ummi yang tidak memungkinkan hamil lagi membuat putri besar dengan ummi dan abi saja,juga aku tentunya ^_^.

 

Namun ternyata hari-harimu tidak membuatmu bosan,putri sekarang sudah semester 1 fakultas kedokteran UNAND Padang,sepertinya putri bahagia sekali.walaupun ummi dan abi hidup sederhana tapi putri mampu menghibur dengan prestasi luar biasa dari SD sampai kuliah putri tetap juara,dan tidak sombong,itu sich aku nguping rumpiannya teman-teman putri dikamar,mereka cuek aja sama aku karena mereka pikir aku tidak akan mendengar rumpian mereka.Subhanallah putri tetap istiqamah sekali 2 minggu pulang kampung ke Padang panjang menjenguk ummi dan abi yang bekerja sebagai petani,setiap pulang putri akan langsung menghampiriku dan memberi salam kalau masuk ruanganku,putri lalu membersihkan semua ruangan,merapikan pakaianku dan kadang-kadang mengusapku haru seakan aku yang sudah tua ini begitu berharga.kudoakan selalu tuan putri sehat dan Allah beri perlindungannya juga kesuksesan menempuh pendidikan di kota Padang.

 

4 tahun berlalu…tuan putri sekarang sudah cukup dewasa sebentar lagi sudah mau wisuda dan dapat gelar Dr umum,tapi dasar tuan putri yang memang haus akan ilmu,akhirnya tuan putri melanjutkan mengambil specialis kandungan di univrsitas yang sama…ummi dan abi sudah medesak tuan putri menikah karena usia sudah 24 tahun,maklumlah dikampung usia segitu sudah dianggap tua sementara teman2 putri kebanyakan sudah menikah.terkadang aku heran dari mana tuan putri bisa membiayai kuliah yang tidak sedikit itu,tapi terjawab sudah saat kulihat tuan putri mencurahkan semuanya di diary sederhana bertuliskan “agenda kader PKS” kubaca dengan haru tuan putri menulis’ 

Ry alhamdulillah nikmat Allah memang tiada habis-habisnya di berikannya untukku,pekerjaan yang berkah mengajar privat mengaji di perumahan orang kaya di air tawar,teman2 yang pengertian di wisma mujahidah,kerja part time di TB Al fitrah,walaupun cukup letih prestasiku tetap bertahan di kedokteran,ry hari ini ustazah menawarkan seorang ikhwan juga seorang dokter specialis,aku mengenalnya karena sering mengisi acara di FKI Rabbani FK UNAND…bingung juga ya ry kalau dilamar..malah aku jarang kedapur,selama kuliah juga sering ditraktir teman,aduuh jadi malu ray…tapi aku akan tetap istikharah agar Allah memberi yang terbaik,trimaksih Allah untuk semua ini,hanya satu pintaku mudahkan segalanya jika engkau ridho ya Robb,aku ingin membahagiakan hari tua ummi dan abi tercinta..amin. 

Duh tuan putriku aku menangis terharu bila kau bisa mendengar tangisanku melihat jerih payahmu berjuang di kota Padang,tidak mau menyusahkan ummi dan abi dan biaya kuliahmu juga dari beasiswa yang putri dapat setiap semesternya.

Putri,hari ini adalah hari istimewa bagimu,hari paling bersejarah dalam hembusan nafasmu..kata putri inilah anugrah ketiga terindah setelah hidayah dan bergabung dalam jemaah dakwah.Tuan putri melaksankan sholat dhuha sebelum berangkat ke Mesjid Darul ulum dekat pesantren dinniyah putri..jaraknya memang cukup jauh menempuh 10 menit perjalanan tapi karena permintaan putri sendiri agar pernikahan dilangsngkan dimesjid.Carry sederhana milik pak haji Imran pun mengantarkan tuan putri bersama ummi dan abi tercinta juga beberapa teman kuliah di FK  haru bahagia…

 

Sekarang aku sendiri lagi dikamar ini,tapi aku dirias indah lho..aku menghias diri seindah mungkin berharap tuan putri dan pangerannya akan senang melihat penampilanku..kubuka-buka diary sang putri alangkah terkejutnya ketika kubaca sebuah tulisan ” ry..alhamdulillah akhirnya aku bisa juga menghafal Al Qur’an 30 juz,ya Allah berikalah kelak mahkota penghargaan kepada ummi dan abi atas perjuanganku menghafal ayat-ayatmu amin”

Masha Allah ternyata sang putri sudah jadi hafidzah…pantas saja dia beda dari akhwat yang lain,ditangannya selalu ada quran kecil .

 

2 jam sudah penantianku..kenapa tuan putri dan ummi juga abi belum kembali,apakah prosesi pernikahan begitu lama..aku sudah tidak sabar melihatmu tuan putri zainab syahidah binti saiffillah putri kesayangannya ummi aisha bersanding bahagia dengan pangerannya….

Ya Allah..ada apa gerangan,tiba-tiba ruanganku mendadak harum sekali bau bunga yasmin…kucari-cari asal baunya tapi gak ketemu,makin lama makin harum ..sayup sayup kudengar suara sirine ambulan,hah..ada apa bukankah tuan putri lagi menikah di mesjid seberang.Tak lama kemudian sebuah mobil ambulan berhenti di depan rumah sederhana…aku terkejut ketika beberapa wanita segera mengangkat tubuhku dan meletakkannya di ruang tengah..eh..eh..ada apa tuan putriku membutuhkaku..eeehh..tapi semua cuek seolah tidak mempedulikanku…

 

Aku terkejut bukan main,saat tubuhku dibaringkan di ruang tamu ternyata tuan putri disuruh berbaring di atasku,dia diangkat pelan di sertai tangisan pilu,..seluruh ruangan tiba-tiba harum…tuan putri ..tuan putri..jangan tinggalkan akuuuuu,airmataku tak tertahan saat sadar apa yang terjadi..tuan putri mengalami kecelakaan saat sebuah Bus ALS melaju kencang dan menghantam mobil carry yang membawa tuan putri ke masjid darul ulum…terasa mimpi…tuan putriiiiiiiiiiii.

Kulihat sosok pemuda berdiri membisu saat di persilahkan melihat calon pengantin wanitanya…tangisanku semakin menjadi….

 

 

Pemuda itu bergumam lirih..airmatanya mengalir deras : duhai…alangkah beruntungnya pemuda yang dijanjikan Allah untukmu di syurga wahai akhwatfillah…mungkin aku tidak pantas mendampingimu,mungkin aku mesti banyak lagi belajar tentang arti sebuah kesungguhan di jalan dakwah ini..selamat jalan ukhti…aku yakin Allah telah mempersiapkan yang terbaik untukmu disana..pemuda itupun berlalu dengan isakan tertahan

 

Tubuhku semakin lemas..putri tak bergeming tetap diam seakan tak mau berpisah denganku..tuan putriiiiiiiiiiiiiiiiii……. 

Lima hari sudah berlalu sejak kepergian putri zainab syahidah..kini aku sendiri dalam sunyi berkepanjangan..hanya sesekali kulihat ummi membersihkan kamar putri dan melaksanakan sholat dhuha seperti kebiasaan putri sebelumnya… Ya Allah terimalah tuan putriku disisimu jadikanlah aku menjadi saksi akan amal-amalnya di akhirat nanti amin.

 

 

Akupun tenggelam dalam doa,duhai tuan Putri zainab syahidah…kebersamaan denganmutakkan pernah kulupa.

Salam cintaku karena Allah

  

  KASUR 

Buat sebuah nama kesayangan yang selalu hadir dalam doa-doaku…semoga Engkau hadir atas ridho Allah duhai putri impianku.

 

Elang kecil June 13, 2009

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jun
Tags:

DSC00828

 Terbang tinggi membelah langit…

Meliuk… lalu menukik menusuk bumi….

Sayapnya terpentang lebar tanpa kepakan,

melayang berputar di antara puncak-puncak tertinggi….

Elang perkasa melempar tajam nya pandangan…,

Sebelum akhirnya mencengkeram mangsa…

 

Dua buah tebing kembar berdiri berhadapan, berpadu dalam satu ikatan kokoh yang harmonis dalam kehendak-Nya. Air terjun mengalir deras di antara ke dua tiang raksasa, bak ular perkasa yang berusaha melepaskan diri sekedar untuk merayakan kebebasan. Batu-batu sungai yang teguh dalam setiap posisinya dengan sabar menerima setiap tumbukkan di tubuh nya…. Sungguh simponi yang indah. Kaidah alam perawan memang selalu beresonansi kedalam hati setiap saksi. Mungkin kaidah inilah yang menyebabkan`mak Imu mengajak cucu nya Arya ke tempat itu , sekedar berbagi kedamaian yang mungkin dibutuhkan Arya di masa depan nya. “ Mak….itu burung Mak!”,”Ooh….Iya itu burung, nama nya E….lang!”,”Eeeelaang!”,”Hmm..ya.. betul  elang!”,”Besar ya Mak…!”,”Besar…. dan gagah!”,”Mak teman-temannya mana?,koq elang sendirian aja?”,”Yaa… biasanya Elang memang sendirian…!”,”Kasihan Elang ya Mak…!”,”Arya ga usah kasihan sama Elang…karena Elang ga pernah merasa kesepian…, Elang tahu bahwa ada yang mengawasi dia sepanjang waktu…, yang telah menahan dia di udara, dan menjadikannya bisa terbang…, Yang menyediakan mangsa untuk di buru hingga ia dan anak-anak nya bisa makan!”,”Siapa Mak?”,”Dia lah Allah, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu!”,”Allah….., Tuhannya arya mak?!”,”Iya…Allah itu Tuhannya arya , emak…, dan semua yang ada di langit dan di bumi!”,”he…he…. Banyak ya mak…!”,”Iya Allah adalah Tuhan nya setiap makhluk!”,”kalo elang nya mati gimana mak..?”,”Elang itu sepanjang hidup nya selalu bertasbih kepada Allah, jadi apapun yang terjadi… dia tidak akan pernah menyesal…,kalo dia mati berarti dia pulang kepada Allah Yang telah menciptakan dia!”,”bertasbih itu subhanalloh ya mak..!”,”Oooh itu tasbih nya manusia.., kalo cara bertasbih elang itu hanya elang dan Allah yang tahu.”,”Ooo..rahasia ya mak!”,”Iya rahasia…”,”trus anak-anak nya gimana mak?”,”anak-anak nya di urus oleh Allah…, sama aja dengan arya… ketika mama sama papa arya pergi Allah ngirim emak untuk nemenin arya, dan nanti kalo mak yang pergi Allah pun akan ngirim orang lain lagi untuk menjaga arya!”,”mak….. arya ngantuk….!”,”oh… ayo kita pulang!” Tiba-tiba arya yang masih berusia empat tahun itu menengadah ke arah cakrawala senja yang mulai menguning. “mak…. elang nya pulang!” mak imu ikut melempar pandangan kearah yang di tunjuk arya. Elang putih ber sayap keperakan melayang ke arah mentari yang mulai terbenam. Arya berhenti menatap ketika elang itu hanya berupa titik kecil yang di telan mega. Dua tangan kecil arya terangkat keatas, sebuah permintaan tanpa kata telah ia ajukan kepada sang nenek. Mak imu meraih arya dan memeluk nya kedalam pangkuan. Arya sandar kan kepala nya di pundak kanan sang nenek, tirai pandangan nya telah tertutup bersamaan dengan helaan nafas yang mengalir tenang. Tarian puncak pinus yang gemulai ikut menghantarkan kembali nya arya kecil ke peraduan.

 

 

Anak…, ketika kenangan kita meraih kata itu,maka ia akan membawa kita melompat ke arah yang berlawanan dengan jarum jam, yang secara geografis bisa jauh bisa dekat ,  juga     bisa lama bisa sebentar menurut masa. . tapi itulah unik nya  ingatan, sebuah mekanisme otak yang bisa membawa kita menembus ruang dan waktu yang sudah sangat jauh terlampaui oleh jasad. Hanya dengan satu lompatan.., kita akan sampai di masa lalu dalam  sepersekian detik.

Anak…, symbol kepolosan…, zahir dari berlaksa kesucian, sebuah wujud dari berjuta kebaikan yang teramu apik sebagai karya Yang Maha Kuasa .

Anak…terlahir dari percampuran cinta antara dua insan. Dua sosok yang berbeda secara anatomi , berlainan dalam setiap kecenderungan nya , uniq di setiap rasa dan keinginan nya. Dua sosok yang dipersatukan taqdir, hingga beradaptasi  satu sama lain. Sungguh nikmat-Nya yang manakah yang akan kita dusta kan. Sudah kah kita bersyukur ?

 

Adzan shubuh telah ber kumandang , bergema hingga ke sela-sela mimpi arya. Bergetar jiwa arya , akibat  debaran yang belum sanggup dia mengerti. Serangkaian impuls telah memaksa sel-sel otak nya untuk segera menutup slide-slide mimpi malam tadi . Pelupuk mata arya mulai bergerak, sebagai tanda bahwa sang jiwa telah kembali dari pengembaraan nya. Mata arya ter buka , dua tangan yang mungil membantu tubuh nya untuk berdiri tegak. Tapi ia rasa kan kamar nya ber goyang , kaki nya masih goyah , keseimbangan nya belum se penuh nya  pulih . Akhir nya ia putus kan untuk diam beberapa saat. “ eeh…, cucu ku udah bangun, ayo… wudlu dulu ! masih ingat kaan cara nya?!”,”arya mengangguk, tapi kemanjaan nya mendorong ia untuk minta di gendong. Dengan penuh kasih mak imu membawa arya ke dapur , tempat ia menyiap kan air hangat untuk arya. “ nah sekarang kita sholat…!” , arya turun dari pangkuan nenek nya , berdiri di samping wanita lanjut usia yang kini telah mengenakan mukena. Arya mengikuti gerakan demi gerakan se bisa yang ia mampu. kepala nya tidak henti-henti nya menengok bolak balik antara sang nenek dan sejadah kecil tempat ia bersujud. Dua rakaat sholat shubuh telah sempurna di lakukan mak imu di setiap rukun nya. Tangan nya membelai kepala arya, kepala mungil yang selalu membuat nya terharu , ada beberapa tetes air bening keluar dari dua bola mata nya. Mak imu menatap dalam-dalam kepala yang kini menempel di paha kiri nya , seolah berusaha membongkar apa yang ada di balik rambut tebal itu. Ada kekhawatiran menyelinap di relung sanubari nya, tentang masa depan arya , dan juga tentang diri nya yang renta . Entah berapa lama lagi ia dapat menemani arya di dunia ini  . “mak, ngaji.. mak!”,” oh,iya…. Arya mau ngaji surat apa?” ,” tabbat yadaa…mak!” arya memilih surat kesukaannya . mak imu tersenyum lembut, tangan kanan arya menggapai pipi nenek nya. Mak imu membiarkan tangan mungil itu mengelus-elus pipi nya sejenak.”Mak, ambil qur’an dulu yaah..!”, arya mengangguk-angguk lucu.

Embun pagi telah luruh ke bumi , butiran nirmala membasuh wajah langit dari milyaran partikel polusi hingga terlihat lebih cerah. Mentari pagi yang khas dalam setiap senyum nya , lembut menyapa bumi. Arya berlari kesana kemari di halaman depan rumah nya, di atas tanah yang di penuhi rerumputan. Mak imu mengawasi arya dari kursi bambu panjang tempat nya duduk selonjoran. Ia senang melihat cucu nya seperti itu, ia biar kan arya mengejar makhluk dalam khayalan nya. Orang-orang yang segenerasi dengan mak imu berkeyakinan bahwa membiarkan anak kecil berlari-lari di atas rumput yang masih basah dengan embun akan membuat kaki mereka kuat. “ maaak…!” tiba – tiba arya berlari ke arah nenek nya dengan muka yang pucat. “ ada apa?”,” ituu…!” arya menunjuk ke arah seorang wanita yang tengah melangkah tergesa menuju ke rumah mereka. Tubuh arya menggigil ketakutan, ia sembunyikan tubuh nya di balik badan mak imu, dengan sepasang mata mengintip ke arah wanita tadi . “ itu kan mama nya arya..!” arya makin mengkerut seolah berusaha mengecilkan badan nya.” Arya marah sama mama?”, arya menggeleng, wajah nya ia benam kan dalam-dalam ke punggung mak imu.” Arya takut sama mama?” arya mengangguk-angguk, mak imu dapat merasakan anggukan itu melalui gerakan kepala yang menempel ketat di punggung nya . mak imu menarik nafas panjang , ia mengingat masa – masa arya bayi, anak itu selalu menangis setiap di susui ibu nya, selalu tidak nyaman jika bersama ibu atau ayah nya . Arya selalu marah jika tidur bersama orang tua nya, itu lah kenapa arya di rawat oleh nya, karena hanya bersama nenek nya arya bisa tenang. Tak terasa tiga tahun sudah arya tumbuh jauh dari orang tua nya, jarang sekali mereka menengok arya. “ assalaamu’alaikum!”,” ‘alaikum salaam !” ,”mak.., arya mana?”,”arya salam dulu sama mama!”,tapi arya sudah tidak berada di tempat itu. “ ah…sudah lah, nanti kita cari… paling di rumah tetangga .” mereka berdua duduk berdampingan .” bu, aku kesini untuk mengambil arya ,biar bagaimana pun kami adalah orang tua nya . jadi mau gak mau arya harus tinggal bersama kami.”,” ya , ibu mengerti.” Setelah berbagi cerita beberapa lama mereka berdua mencari arya. Seperti yang di duga mak imu , arya bersembunyi di rumah tetangga  yang biasa ikut mengasuh nya. “ayo arya , ikut mama… kita ke bandung!” . arya mencoba melarikan diri,tapi mama nya  dengan cepat menangkap nya. Arya meronta-ronta berusaha melepaskan diri, menggeliat , memukul,namun mamanya terus memeluknya dengan erat. Akhirnya perlawanan arya berhenti, tenaga nya yang terbatas telah terkuras. Arya menangis marah,matanya berkilat-kilat tajam. Ketika tatapannya sampai pada wajah nenek nya , arya mulai berteriak-teriak memanggil mak imu, mata nya menatap penuh permohonan .”mak…., tolong arya maaaak!”,” arya diam!, ini mama arya…”, mama arya menengahi teriakan arya . ” gak mau…, arya mau sama mak aja, maaaaak… tolong arya maaaaaak!”. semakin lama teriakan arya semakin keras. mak imu tidak bisa berbuat apa –apa tubuh nya serasa lumpuh, ia hanya menggigit bagian bawah bibir nya , tanpa mampu berkata apa-apa. Hati nya seperti sedang dilubangi dan ia membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Ia biar kan pintu kamar hati nya di dobrak paksa. Arya mulai kebingungan , suara nya yang mulai serak telah membuat nya menyerah untuk terus berteriak . ia lontar kan pertanyaan dengan tatapan nya. Untuk pertama kali dalam hidup, sang nenek tidak bergerak untuk menolong nya, ia merasakan marah yang bercampur takut dan kesedihan di hati nya . Dan untuk pertama kali nya juga ia merasakan perasaan di khianati, sebelum ia tahu tentang kata dan arti nya.

Telah lima hari mak imu berpisah dengan arya, lima hari pula ia hanya berbaring dengan memeluk setiap kenangan tentang cucu nya. Setiap detik kebersamaan nya dengan arya selalu melahirkan impresi yang tidak pernah tidak indah. Kesan yang kini membuat nya ter benam ke dalam kerinduan. “aaaaryaa…., aaaaaaryaa…..!” suara anak kecil memanggil-manggil nama arya dari luar. Teriakan-teriakan canggung nya turut memanggil kesadaran mak imu kembali. Ia bangkit perlahan – lahan, rambut putih panjang ia gelung ke atas di tusuk sebatang konde kayu. Kerudung warna gelap ia kenakan di kepala nya , hingga ter tutup lah segala aib tentang rambut nya. kini hanya wajah lembut lah yang tampak, di hiasi  kontur  kebijaksanaan. “ assalaamu’alaikum…!”. Kali ini suara seorang wanita yang terdengar. “ wa ‘alaikum salaam…!” jawab mak imu seraya membukakan pintu.’..re…keeeeeeee….eeeet’ Suara engsel pintu yang sudah karatan terdengar begitu keras menyayat hati. “Eeeeeh……., ada ninda , mau ketemu arya yaa….?!”,”iya… ni bu udah seminggu ninda nanyain arya terus .” mama ninda menimpali.” Waah bener begitu ninda…., sayang arya udah ga tinggal sama nenek lagi…., arya ikut ama mama nya ke bandung!”. Anak perempuan itu menggoyang-goyang kan badan , tidak jelas apa yang dirasakan nya. “waah sayang sekali ……. kalo begitu kami pulang dulu”. “ oh ya silahkan bu , hati-hati di jalan… daaag …ninda….!”

*******

          A journey of a thousand miles begins with a single step , satu langkah sederhana bisa berarti suka atau duka. Bisa dengan rela atau terpaksa, karena ketika waktu nya tiba sepasang kaki ini mau tidak mau akan melangkah juga. Berhasil tidak nya anak manusia menyikapi perjalanan hidup , ditentukan oleh seberapa besar kapasitas keikhlasan nya. Karena hanya orang ikhlas lah yang sanggup memeluk penderitaan dan kebahagiaan dengan sama baik nya.

           Arya duduk termanggu di pintu masuk rumah nya, dua tangan nya memeluk lutut . dua tahun sudah ia berpisah dari nenek nya, dan dua tahun pula ia tidak merasakan keceriaan yang lepas begitu saja khas anak seusia nya. Rumah arya berdiri memanjang , bersama rumah yang berada di hadapan nya membentuk se buah gang yang pendek. Di dalam rumah ,mama arya tengah menangis tersedu . ada luka memar bekas tamparan di wajah nya. Tapi jelas bukan luka di wajah  yang membuat ia tak berhenti ter isak. Arya tidak mengerti dengan semua yang terjadi, pikiran nya kosong…, ia terlalu kecil untuk mengerti. Ia bahkan tidak tahu kenapa ia tidak menghampiri mama nya . bagi arya baik papa nya yang pagi tadi memukuli mama nya, atau pun sang mama yang tadi me maki  ayah nya, keduanya sama mengerikan . orang dewasa terlalu sulit di pahami oleh anak se kecil arya.

             Setiap anak memiliki impian, mereka selalu ingin jadi segala yang mereka anggap hebat. Demikian pula dengan Arya, Cuma beda nya Arya tidak pernah mengatakannya kepada siapapun. Dia pisah kan diri nya dari dunia yang tidak dia mengerti. Hati nya di bentengi dinding yang kokoh, hanya sedikit hal yang masih ia ijinkan untuk masuk ke dalam nya. Jauh di dalam benak arya ada ruang yang luas tempat ia menyimpan segala impian. Dan segala yang dunia beri ia simpan di sana, sebelum ia pastikan benar-benar aman bagi hati nya.

 

Note : sebuah kiriman cerpen yang membuat airmataku mengalir…menggambarkan potret anak kecil yang hidup dalam kerasnya dunia orang dewasa,sebuah pesan juga bagi para orang tua..mulailah didikan anak dengan  tauhid,cinta,kelembutan hingga jiwa anak menjadi nyaman dalam “dekapan kita”  (alamat penulis   setiyadi.agus@gmail.com)

 

Surat terbuka buat akhifillah May 4, 2009

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00May
Tags:

 

dsc00162Assalammualaikum Warahmatulah hiwabarokatuh,

Akhi, untuk kesekian kalinya kita bercakap-cakap. Walaupun tidak saling bertatap muka, walaupun isi pembicaraannya tidak melewati batas2 kewajaran, tapi hati merasakan sesuatu.

Sejujurnya, dihati ini ana menolak. Ana takut dibalik niat baik kita tsb (Insya Allah), syeitan selalu menanti kelengahan kita. Ana takut, yang semula niat suci hanya untuk minta keridhoan Allah SWT, tercemari oleh nafsu-nafsu dunia. Dibalik percakapan-percakapan tsb, timbul rasa senang.

Syeitan sudah memasang perangkapnya di hati ini. Ana takut hati yang semula ikhlas, menjadi timbul penyakit-penyakit hati. Sedangkan Allah telah berfirman:

Dan janganlah kamu dekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu

perbuatan yang keji dan suatu yang buruk.” (Al-Isra:32)

Dulu, hati ini pernah mengalami hal seperti itu. Sekarang ana ingin menata hati ini yang telah terpecah-pecah hanya untuk mengharap ridhoNya.

Mungkin antum bisa menjaga hati antum. Tapi ana? Ana butuh perjuangan keras agar jangan sampai terjatuh untuk ke dua kalinya. Padahal ana sudah meminta antum agar bisa membicarakan persoalan melalui email. Dengan email, hanya pokok persoalan saja yang tertuang, Tidak ada senda gurau, kalaupun ada mungkin hanya sebuah simbol senyum. Awalnya, antum terima saran ana ini. Selanjutnya mungkin antum lupa pesan ana tsb. Ana hanya bisa bersuudzan, karena hanya alternatif ‘lupa’ itu saja yang bisa ana temukan. Karena ana teringat akan sepotong kalimat:

Berikan penafsiran terbaik ttg apa yang engkau dengar, dan apa yang diucapkan saudaramu, sampai engkau menghabiskan semua kemungkinan dalam arah itu.

 

Akhi, kalau memang sudah ditakdirkanNYa, saat-saat itu hanya beberapa bulan lagi. Insya ALlah. Bersabaralah akh, janganlah antum torehkan sebersit garis hitam selama penantian itu. Ana yakin, antum tidak bermaksud untuk menorehkan noda itu.

Kelak, bila masa tsb telah tiba, semuanya milik antum. Yang dulunya diharamkan oleh Allah, menjadi halal bagi antum. Tetapi tunggulah untuk beberapa saat. Sebentar lagi. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui suatu ikatan, Allah memberikan banyak keindahan & kemuliaan.

 

Akhi, semula ana menerima antum karena dien yang antum miliki. Bukan karena harta atau keluarga antum . Ana ingin kelak antum bisa membimbing ana untuk selalu bisa berjalan dijalanNya. Ana ingin kelak bisa berdakwah bersama antum. Ana ingin.. ingin… dan semua keinginan muncul, setelah antum meminta kesediaan ana untuk menemani antum dalam menempuh kehidupan ini. Ana khawatir, semuanya akan kandas ditengah jalan sebelum masa tsb telah tiba. Tentu antum tidak mengharapkan hal itu terjadi.

 

Bantu ana akh, bantu untuk tidak terlalu sering berhubungan. Hati ini masih rapuh sekali, retakan2 hati ini masih basah, belum merekat dengan erat. Jangan sampai retakan-retakan itu kembali menjadi puing-puing.

Sungguh, sulit sekali bagi ana untuk menatanya lagi.

Akhi, ana mohon periksalah hati ini. Sudahkan niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridho Allah? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai dengan harapan? Allah Maha Pengampun akh, menangislah mohon ampunan apabila niat tsb sudah berubah kejalannya syeitan. Istighfar akhi.

 

Ana juga berkaca di diri ini, mungkin tindakan ana selama ini salah. Membantu antum merasa yakin atas tindakan antum sendiri.

Afwan akhi, bukan maksud ana menjerumuskan antum ke jalan syeitan. Ana juga ber-istighfar dan mohon ampun ke Yang Maha Besar AmpunanNya dan Maha Pedih siksaanNya atas kesalahan yang tidak ana sadari ini.

 

Malam ini, ana bermunajat kepadaNya. Mohon diluruskan jalan yang akan ana tempuh. Mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah ana lakukan sebagai makhluk yang tidak luput dari segala kealpaan. Ya Rabbi, bersihkan hati ini dari kotoran-kotoran yang membuat hamba lalai dalam beribadah. Dari kejahatan-kejahatan yang terselubung yang tiada hamba sadari. Ampuni hamba ya Allah. Amin.

 

Akhi, semoga ini mewakili ana yang tidak berani untuk menghubungi antum. Dan semoga antum mengerti alasan mengapa selama ini ana jarang sekali untuk memulai suatu pembicaraan. Sekali lagi afwan, bila hal ini menganggu antum, ini semata2 ana lakukan buat kemaslahatan kita bersama.

 

Jazakummullah khairan katsira.

Wassalamu’alaikum warohmatulah hiwabarokatuh,

 KSA,6 /5/1430

Buat akhwat & ikhwahfillah yang merindukan kesucian cinta,semoga merindukan kembali proses cinta standar para pejuang dakwah..mabruk bagi yang telah sukses menjaga kesucian cintanya hingga Allah halalkan keduanya.

 

Pesan abang February 13, 2009

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Feb

 

2992081592_31a776a8e2_m

adekku yang kucintai karena Allah…

saat kelahiranmu dulu adalah saat yang paling bahagia bagi abang dan juga kedua orangtua kita,berbagai macam persiapan menyambutmu sebagai tanda cinta dari umi dan abi.subhanallah sekarang engkau telah beranjak dewasa adikku,engkau telah melewati masaa kanak-kanak dalam kasih sayang abi dan umi,masa remaja kini kau sudah mulai berpakaian putih dan rok abu-abu.ya..engkau telah menjadi seorang remaja adikku,betapa abang bersyukur abi dan umi selalu mendidik kita untuk mengenal Allah dan syari’atnya ditengah banyaknya para orangtua yang tidak peduli dengan aqidah anaknya,maka adikku kita patut bersyukur ‘kata Allah siapa yang bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmatnya.Adikku! entah kenapa terkadang terselip rasa cemas dalam hati abang ,akan kah adikku yang semata wayang melewati masa remajanya dengan “sukses”? adikku,jagalah dirimu dari mengumbar aurat didepan yang bukan muhrimmu,coba nanti adik baca lagi surah annur :31,juga al ahzab :59…Allah begitu mencintaimu adikku..Allah ciptakan engaku sebagai perempuan cantik,dengan tubuh yang indah dipandang, dan Allah tak ingin engkau mengumbar keindahanmu disembarang tempat.

duhai adikku,saat abang berada merantau di kota metropolitan sungguh abang sedih,wanita-wanita remaja dan seusia denganmu mereka menyatakan muslimah tapi mereka tidak menutup auratnya,pergi berdua-duaan dengan laki-laki yang entah dari mana asalnya,yang pasti bukan abangnya atau pamannya,pergi ke diskotic bersenang-senang dan akrab dengan minuman yang memabukkan,bahkan adikku abang lebih sedih lagi saat membaca sebuah survai bahwa lebih dari 20% remaja dan mahasiswa disebuah kota besar sudah tidak perawan lagi,dan sekian persen pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang menuju kepada zina,astghfirullah..adikku betapa abang sangat mencemaskan dirimu,cemas akan masa depanmu..

dengan sangat cinta karena Allah duhai adikku,jagalah kesucian dirimu,tutuplah auratmu dengan baju yang longgar,jilbab yang panjang,dan pakai kaus kaki jka keluar rumah,berjalanlah dengan sopan,jangan kau melembut-lembutkan suaramu yang indah di depan laki-laki hingga akan menimbulkan penyakit di hatinya.adikku engkau seorang muslimah hargamu sangatlah mahal,lebih mahal dari dunia dan seisinya,maka jagalah izzahmu dengan menguatkan ibadahmu kepada Allah,minta kekuatan kepadaNya agar selalu dilindungi dari tipu daya dunia,adikku sayang tidak usah silau dengan teman-temanmu yang saling berlomba mengoleksi perhiasan,saling berlomba-lomba mempercantik diri,berlomba-lomba membeli HP keluaran terbaru,berlomba-lomba mengoleksi pakaian indah,pergi ke mall jalan-jalan tanpa tentu arah dan keperluan,jangan tergoda adikku cukuplah kiranya whudu’menjadi bedak diwajahmu,dzikir dan kata-kata yang baik menjadi lipstikmu,pergi ke majelis iman perhiasan kakimu,rasa malu menjadi giwang di telingamu,dan taqwa sebagai pakaian dan perhiasanmu.

Adikku…

hari ini engaku mulai menginjakkan kakimu di sebuah campus biru,alhamdulilah engaku lulus UMPTN kemarin,bersyukurlah kepada Allah..atas karunia kecerdasan yang kau miliki,alhamdulillah abang senang mendengar kabar dari ummi bahwa putri semata wayangnya sangat patuh sama abi dan umi,menjadi cahaya mata mereka,selalu lembut berkata-kata dengan kedua abi dan ummi…alhamdulillah syukurku ya Allah…saat kau di campus  adikku pilih-pilihlah dalam berteman,karena kata Rosulullah seseorang itu bisa dinilai dari temannya,maka carilah teman-teman yang mengajakmu kepada kebaikan,carilah teman yang banyak memberimu pencerahan,bergabunglah bersama barisan muslimah sholehah yang menjaga diri dan izzah mereka,jadilah kau barisan wanita sholehah adikku,betapa besar penghargaan rosulullah saw terhadap kaummu..”sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah”…..” bahkan kedua orangtua akan di jamin Allah masuk surga jika mempunyai anak perempuan dan mereka mendidiknya menjadi wanita sholehah yang mencintai Allah dan Rosulnya.Adikku,tidakkah kau ingin menjadi investasi abi dan umi di akhirat kelak..tidakkah kau ingin kedua orangtua kita mendapat mahkota kehormatan dari Allah karena mempunyai anak-anak yang sholeh,tidakkah adikku??

adikkufillah,di tengah-tengah dunia semakin gemerlap dan di kejar banyak orang hingga membuat hati menjadi keras,permusuhan akibat dunia,retak ukhuwah akibat dunia,yang berjatuhan dalam dakwah karena dunia maka renungkanlah sebuah hadist di bawah ini”

suatu hari Rosulullah melihat bangkai busuk saat berjalan dengan sahabat,maka rosulullah bertanya ,”bagaimana pendapatmu tentang bangkai ini??sahabat menjawab alangkah busuknya ya rosulullah,tak seorangpun akan sudi mendekati apalagi memakannya…maka rosulullah berkata,”itulah dunai yang kalian cendrung kepadanya.begitulah adikku perumpamaan dunia yang digambarkan rosulullah sebagai bangkai busuk.maka persiapkanlah dirimu adikku,tinggalkanlah sikap berlalai-lalai.

adikku,abang bahagia sekali mendengar kabarmu saat abang pulang ke desa kecil kita,engkau lebih memilih mengajar di kampung kita ketimbang tawaran jadi dosen di campus biru,kini kau telah bergabung dalam barisan bunga-bunga dakwah,auratmu tertutup sempurna,suaramu tegas di hadapan para laki-laki,dan lebih membuat abang bangga kau membuat halaqoh qur’an dikampung kita,ya…haloqoh qur,an .

ketika abang bangun di 1/3 malam abang mendengar isak tangismu…ternyata kau sedang bermunajat kepada Kekasih kita,lalu kutanya kenapa kau menagis? oh…adikku  ternyata hatimu begitu lembut,kau menangis karena warning dari rosulullah,’bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari golongan perempuan,kau menangis mendoakan keselamatan bagi abi dan umi di akhirat kelak,kau menangis medoakan hidayah bagi teman-temanmu yang masih larut dalam maksiyat,kau menangis minta kekuatan mendidik jundi-jundi kita menjadi mujahid dakwah,menagis  mendoakan abangmu tercinta yang telah tiada,percayalah adikku bidadari surga telah menjadi istrinya di sana..karena abangmu telah mendidikmu mencintaiNya.

adikku..

doakan abangmu yang syahid saat datang dari Jakarta menghadiri pernikahan kita,surat ini untukmu yang kudapat di lipatan mushafnya,dari situlah aku tahu siapa dirimu 1 minggu setelah pernikahan kita.semoga Allah kumpulkan kita kelak bersama disurganya.amin

arar city,di 1/3 malam yang akhir

abang doakan adek jadi istri sholehah penyejuk hati dalam lelahnya abang berjihad

 

Permata Bunda January 23, 2009

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jan

Bundaaaa….”,baju fayad mana hari ini kan hari selasa fayad pake baju pramuka,teriakan jundiku yang no 3 itu membuatku tidak konsentrasi lagi menyiapkan sarapan pagi,roti bakar yang sedang kumasakpun kuturunkan karena fayad menarik-narik bajuku,kemarin bunda kan siapkan di kamar belakang nak,”bisa ngambil sendirikan,sementara aku mengambil baju fayad di kamar belakang,Yahya merengek memintaku membantunya mengerjakan PR matematika dari ustazahnya katanya lupa mengerjakan,Ya Allah segera kupasangkan baju fayad yang terus menangis karena kedinginan pake handuk siap mandi.

 

Bunda,minta uang jajan ayub  juga kemarin ustazah bilang beli kertas warna buat ketrampilan,bundaaaa cepetan ntar ayub terlambat mobil jemputan sebentar lagi datang,” ayub merengek meminta uang yang diperlukannya sambil kupasangkan baju fayad kuambil uang sisa belanja kemarin dalam kantong gamis lusuhku lalu kuberikan buat ayub,buya anak-anak belum juga pulang karena jadwal shubuhnya memang padat,siap sholat shubuh langsung ceramah di mesjid dan setelah itu buya juga akan mengisi siaran radio rumah sakit selama setengah jam,sebenarnya pagi-pagi begini waktu yang sangat kubutuhkan bantuan buya untuk mengurus anak-anak.

 

Ayub,cepat mandi lagi nak setengah jam lagi mobil jemputan datang,sementara yahya yang masih sibuk mengerjakan PRnya nampak konsentrasi sesekali dia bertanya bila ada beberapa rumus matematika yang tidak dipahaminya,dan akupun tetap menjawab sambil kembali membakar roti untuk sarapan anak-anak juga menyiapkan susu 4 gelas plus menyiapkan teh telor untuk buya anak-anak karena kesibukan buya kerja dan dakwah maka sesibuk apapun aku tetap menyiapkan minuman alami yang berenergi untuk buyanya anak-anak,baru saja aku menuangkan air panas ke dalam gelas pertama terdengar tangisan si kecil syahidah,aduh kalau dia udah bangun maka aku tidak bisa lagi berlama-lama mengerjakan pekerjaanku,alhamdulillah PR yahya jundiku yang sulung telah selesai dan setelah sholat shubuh dari mesjid kusuruh langsung mandi dan mengusahakannnya tidak tiudr lagi siap shubuh,yahya adalah jundiku yang sangat cerdas tapi kadang nakalnya sering membuat adik-adiknya menangis tapi yahya suka membantu adik-adiknya terutama memandikan adik-adiknya dipagi hari katanya supaya bunda gak repot,alhamdulillah.

 

Usman antum bangun lagi,”udah jam 6.30 kata ustazah orang yang melalaikan sholatnya tempatnya neraka,kalau gak percaya Tanya aja sama bunda,ceramah yahya mulai keluar,usman yang masih di Playgroup memang masih sulit untuk dibangunkan,yahya kadang mengerjainya dengan menyiramkan air di muka usman hingga jundiku itupun akan menangis dan mengadu sama bundanya,alhamdulillah sarapan anak-anak sudah kusiapkan sekalian makan siang untuk yahya dan ayub yang belajar extra sampai sore,alhamdulillah jundi sulungku pengertian,kucium kening yahya dan kubelai kepalanya tiba-tiba syahidah bangun kulihat dia pipis di celana,dia menangis kera-keras karena bangun sendiri tak ada bundanya disampingnya ,kugendong syahidah ke kamar mandi,syahidah masih berusia 2 tahun,kumandikan syahidah sambil bilang sama yahya untuk mengajak adik-adiknya sarapan pagi dengan roti bakar dan susu yang telah kusiapkan.

 

Ruapanya buya anak-anak udah pulang,kudengar teriakan usman sama buya,”buya simakkan hapalan an naba’ usman karena hari ini ustazah akan menguji hapalan usman,celoteh jundiku yang satu itu membuatku tersenyum sendiri sambil memandikan syahidah terdenganr usman murajaah hapan sama buya,sambil mereka sarapan bersama,alhamdulillah ya Allah kau mudahkan anak-anakkku menghapal ayat-ayatmu.5 menit lagi mobil jemputan akan datang terlihat baju pramuka fayad belepotan terkena susu,kuambil kain lap dan kuseka baju kotornya sambil menggendong syahidah yang terus menangis minta ikut juga ke sekolah,kupasang baju gamis mungil untuk syahidah juga jilbab warna hijau,sejak kecil aku dan buyanya berusaha menerapkan kehidupan Islam dalam rumah,meskipun syahidah masih keci tapi kami berusaha memakaikan jilbab untuk syahidah kecil.

 

Bunda,” syahidah ikut cekolah cama bang yahya biar syahidah pintal, sambil merapikan jilbab mungilnya aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang lugu,buya segera menggendong syahidah agar aku segera bisa meyiapkan keperluan buya,jam 7 kurang 2 menit anak-anak sudah rapi semua dan segera kusuruh menunggu mobil jemputan didepan rumah,bunda…bunda mobilnya dah datang seperti biasa aku segera keluar dan melihat dari pintu,satu persatu mereka mencium tanganku dan kedua pipiku kadang-kadang malah pipiku berkali kali dicium ,hati-hati anak-anak bunda ya jangan nakal di sekolah,patuh sama ustazah, akhirnya jangan lupa doa ya,” ya bundaaaa assalamu’alaikum mereka srentak menjawab sambil melambaikan tangan terdengar sayup olehku mereka berdoa bismillahi tawakaltu…

Alhamdulillah ya Allah tuntunlah jundi-jundiku dalam belajar,jadikalah mereka ilmuan yang ulama amin.

 

 

Aku segera masuk kerumah kulihat syahidah lagi disuapin sama abang,abang dah sarapan belum,”Udah dek, alhamdulillah tadi siap ceramah ketemu pak haji di kedai saiyo abang di traktir makan,abang tersenyum-senyum melihatku,aku jadi malu,ih ada apa sih bang,abang hanya tersenyum disuruhnya aku bercermin,astaghfirullah wajahku belepotan juga gamisku,aku cemberut memandang wajahku dicermin,kehamilanku yang sudah memasuki bulan ke 6 membuatku kelihatan lucu,ku lihat abang eh dasar dia masih saja senyum-senyum,kenapa sih nertawain adek ya! Dengan wajah sedikit ngambek aku melihat ke abang,nggak sayang abang hanya tersenyum adek kelihatan capek ya,repot ya sayang banyak anak? Aku diam saja,abang memelukku dan berbisik mesra”abang mencintai adek karena Allah,sabar ya sayang jundi-jundi kita adalah asset kita di akhirat kelak,mudah-mudahan adek menjadi ahli surga karena kesabaran adek mendidik anak-anak kita.aku tersenyum alhamdulillah abang adek bahagia meskipun repot suara ribut mereka seperti musik jiwa yang mengusir rasa sepi,yahya kelas 5 SD,ayub kelas 4,fayad kelas 2 dan usman masih di Playgroup,syahidah usia 2 tahun dan 3 bulan lagi jundiku akan lahir lagi,Ya Allah jadikanlah jundi-jundiku menjadi syuhada.

 

 

Alhamdulillah semua pekerjaan rumah selesai hari ini ada acara tafsir hadist ba’da dzuhur bersama ustad irsyad di mesjid syukur,maka aku berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat,alhmdulillah jam 10 semua selesai,kusempatkan sholat dhuha,syahidah sepertinya mulai bosan main dan menangis sepertinya dia ngantuk,kubawa syahidah kekamar dan seperti biasa aku mengajaknya tidur sambil kudongengkan kisah-kisah sahabat sesuai dengan bahasa yang dimengertinya,setengah jam kemudian syahidah tidur,mataku terasa berat baru saja aku akan tidur,terdengar pintu di ketuk,ternyata binaanku datang silaturahim.Dia curhat mengenai keinginanya untuk menikah dan ingin segera menyempurnakan separuh dinnya dan menjadi ummahat sepertiku,pembicaraan hangat hingga tak terasa dzuhur menjelang dan kami sholat bersama,juga berangkat ke mesjid syukur acara tafsir hadist,badanku terasa sedikit letih dan agak ngantuk tapi kuusahakan mengikuti acara sampai selesai.setelah sholat ashar abang pulang dan kubiarkan syahidah bermain sambil kusiapkan makan siang untuk abang,beliau terlambat pulang karena ada beberapa laporan yang mesti disiapkannya .Setelah makan abang berangkat lagi ngisipengajian rutin di kantor PLN,aku ngatuk sekali..kepalaku terasa berat baru teringat aku belum makan siang,aku segera makan dan kuajak syahidah ke kamar agar aku bisa tidur sejenak.Baru saja aku mau tidur….terdengar suara memanggil,”bunda…bunda,oh ternyata anak-anak sudah pulang,Bunda besok yahya ada acara studi banding ke payakumbuh,bunda ayub dapat juara 1 menggambar belikan hadiah donk bun,bunda fayad tadi dipukul sama farid di sekolah…ukh..ukh..fayad mengadu sambil menangis dan memelukku,sementara usman menarik narik bajuku minta di belikan es walls yang lewat di depan rumah.jundi-jundiku sayang sekarang duduk yang rapi,mereka serentak diam dan duduk mengelilingiku,aku menatap mereka penuh cinta,siapa yang sayang sama bunda? Yahya!ayub!fayad! usman! Srentak mereka mengangkat tangan dan berebutan mencium pipiku,musik jiwa itupun memainkan melodinya menjadikan sunset semakin indah dibelakang rumah sederhanaku..yang diramaikan oleh 5 jundi karunia illahi.

 

 

 

 

KSA,26 Ramadhan 1429

Rabbana  atina min azwajinawa zurriyatina qurrataa’yun waj’alna lil muttaqina imama…ameen

 

Akhwat Cantik

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jan

Apabila telah tiba masaku

Untuk segera mengakhiri lajangku…

 

 

Pagi itu cerah sekali,seperti biasa aktivitas tahfiz di Al Madany mulai terdengar,dengan serius para mahasiswa khusus akhwat mengikuti dengan seksama,aktivitas tahfidz memang menjadi kelas favorite bagi akhwat dan ikhwan yang kebanyakan mahasiswa dari UNP,BUNG HATTA,UNAND.Sebelum tahfizh di mulai biasanya ustadzah akan memberikan sedikit pengantar yang akan menambah semangat kami melakukan tahfizd.kelas memang di bagi dua di Ma’had Al Madany,kelas ikhwan setiap hari senin sampai rabu jam 8 – 10 malam dan di pandu oleh ustad Nur Ridho jebolan Medinah university itu ustad yang sangat tawadhu’ dan kelas akhwat di pandu oleh ustazah jebolan mesir,tapi ada yang lain lho,dari ustazah kita kali ini,masih lumayan muda dan sangat cerdas dan menambah pesonanya akhlaknya sangt mulia lembut dan cantiknya kayak para artis-artis korea ,perfect gitchu lho.

 

Assalamu’alaikum,’sholeh lho mau kemana? Aku tak tau ya kenapa temanku yang satu ini memang beda,lima diantara kami dalam satu wisma nih anak boleh dikatakan anak yang paling baek sesuai namanye Sholeh,dan yang paling gak sholeh ya gue! Komentar orang-orang sich gue orangnya cuek buanget,rada jail and yang penting gini-gini IP gue tetap di atas rata-rata yaahh dua koma lah lumayan,dua koma kan yang penting hasil karya sendiri alias gak nyontek,untuk apa IP tinggi kalau otaknya juntrung doank.

 

          Eh ridwan,ini mau pergi ke DEPSOS mengajukan proposal acara Bina anak jalanan besok,akh ridhwan mau kemana? Ini gue lagi bete buanget mau chatting di internet ah.teman-teman yang lain mana?oh fahad lagi ngisi kuliah dhuha di campus,Fery dan Oloan pergi Rihlah ke meninjau.ok gue duluan ya,’ seperti biasa nih anak selalu saja ngajak gue salaman saat bertemu dan berpisah kadang gue rada bosan juga tapi yaa gimana lagi dah terlanjur satu wisma,ceritanya tuh karena gue anak Makkasar yang lulus UMPTN jurusan Fisika di UNP atau nama kerennya Universitas Negri Padang,lha namanya baru terang aja gue kagak tau padang nah saat berjalan eh nih anak nabrak gue padahal gue dah liatin dianya jalan dari jauh nunduk terus kayak nyari uang jatuh,eh malah dianya nyalamin gue dengan senyum dan minta maaf juga mengenalkan namanya,orangnya sich lumayan tampan,nah kesempatan gue mumpung dia merasa bersalah telah nabrak gua jadi gua Tanya dimana tempat kos-kosan yang nyaman,dekat kampus dan tentunya murah meriah,dengan senang hati gua langsung ditawarin di wismanya yang sederhana tapi bersihnya bukan main bo bisa di jilat sampai kedapurnya.idih kayak tempat tinggal cewek aja,jangan-jangan nich anak bencong.

 

          Gitu deh ceritanya akhirnya dua tahun sudah gue hidup di pondokan ustad itu,gue julukin gitu karena emang sholeh dan teman-temannya yang selalu menjaga pandangan itu nongkrong sambil membicarakan berbagai program dakwah mereka,yah gue sich enjoi aja kerena gue mahasiswa termuda usia gue 22 dan mas sholeh 25 tapi karena pemahaman islamnya lumayan jadi dia dituakan dari kak Fery,bang oloan danAkh Fahad,tapi terang ajan gue kadang merasa gak nyaman apalagi shubuh gue selalu di ajak ke mesjid.Setelah dua tahun tinggal di wisma ternyata gue merasa betah sekarang,hati gue tenang tinggal bersama mereka dan kami berlima sudah seperti kelurga.

 

          Mas sholeh mulai  ngajak aku mengikuti kegiatan tahfidz dan bahasa arab di Al madany,gue mengelak dengan alasan keuangan,malah mas janji akan membiayai perbulannya,dan sehari-hari gue selalu dekat dengan mas sholeh dia jurusan teknik dan sedang menyusun skripsinya,tapi aktivitas segudangnya tak membuat prestasinya menurun bahkan tahun kemarin dia meraih peringkat tertinggi jurusan teknik UNP ya wajar kalau seluruh dosen sayang sama mas sholeh,mas juga sering membantuku menyelesaikan tugas-tugas kuliahku. Pagi itu hari senin aku pergi ke bagian administrasi di Ma’had al madany untuk mendaftarkan diri ikut program tahfidz dan bahasa arab selama 1 tahun,mimpi apa gue.Saat lagi berada dikantor ikhwan gue melihat seorang akhwat bersahaja lagi berjalan nunduk kearah kantor akhwat sambil membawa beberapa buku,terlihat amat sopan berjalan dan wooow wajahnya cantik buanget kayak artis korea di film Jewel in the palace,jungge ma….ya Allah betapa sempurnanya,tinggi langsing berbalut gamis hijau lumut polos plus jilbab hijau muda yang sangat serasi,gue ngelihat bidadari surga apa? Tiba-tiba aku di kejutkan oleh kedatangan mas sholeh,aku segera berpaling takut mas negur,karena mas sering bilang agar menjaga pandangan dari wanita yang tidak muhrim.astaghfirullah…tapi akhwat itu cantik sekali.

 

          Malamnya di wisma gue tidak bisa tidur karena membayangkan akhwat tadi,ah kenapa gue jadi gelisah.Akhirnya rutin gue mulai ikut tahfizd dan bahasa arab angkatan 10 di al madany mulanya bete ketemu ikhwan-ikhwan itu yang membuat hidup gue tidakbebas tapi gue ikut juga sambil terus melihat-lihat kearah kantor akhwat mudah-mudahan aku bisa melihat akhwat itu lagi.hari ini materi sebelum tahfizd ustad ridho nur memberikan taujih 7 menit tentang keutamaan menghafal al Qur’an dan kiat-kiat menjaga hafalan,salah satunya adalah dengan menjaga pandangan dari hal yang tidak diridhoi Allah.Dug! gue merasa tersindir.Besoknya aku pura-pura nanya sama teman rina teman sefakultasku yang juga ikut tahfiz kelas akhwat,aku menanyakan tentang akhwat berbaju hijau lumut kemarin,dari keterangan rina gue tahut ternyata dia adalah ustazah tahfidz akhwat dan ustazah itu jebolan al azhar cairo cumloude dan baru mau mengajar karena ustazah Sofiah pindah ke Palembang ikut suaminya setelah menikah,aku terdiam ternyata dia ustazah semuda itu,lalu karena penasaran aku aku menanyakan usianya sama rina,wah usianya masih 23 tahun hanya tua 1 tahun dariku malu nya,gue masih saja begini-begini dia masih sangat muda dan sudah menjadi ustazah di Ma’had para ustad dan ustazah di alMadany,hati gue jadi tambah malu.

 

          Hari ini setelah sholat jum’at mas sholeh,bang oloan dan kak fery dan fahad selalu berusaha makan siang jemaah katanya untuk mengeratkan ukhuwah karena hari-hari lain mereka selalu sibuk,dan setelah makan kami biasanya bercengkrama sambil nunggu sholat ashar.mas,gue mau Tanya kalau kita ingin menikah dan minta sama Allah akhwat yang cantik boleh gak?mas terdiam sambil tersenyum dan berkata,”menurut antum semua gimana boleh gak? Bang oloan dengan logat khas medannya berkomentar,boleh saja kan Allah maha mengijabah doa,fery angkat bicara menurut gue sich wajar aja kita ingin menikahi wanita yang cantik karena rosulullah juga punya istri yang cantik,fahad dengan sedikit malu malah meledekku eh..jangan jangan nih ridwan lagi mencari-cari akhwat nich,semua tertawa ribut mas sholeh memberi kode untuk diam,kami pun dengan serius mendengar kira-kira apa komentar mas sholeh,”menurut mas kita  harus berpandu pada hadist Rosulullah bahwasanya wanita dinikahi karana 4 hal,kecantikan,kekayaan,keturunan,agamanya,tapi rosulullah lebih mengutamakan untuk memilih pasangan yang terbaik agamanya.maksudnya kalau jelek,miskin,dan dari keturunan rendah jangan langsung di tolak,pun sebaliknya jika wanitanya kaya,cantik,dan dari kalangan atas jangan langsung diterima tapi istikharahlah jalan terbaik dengan tetap mengutamakan kemuliaan agama dan akhlaknya menjadi standar,kami berempat terdiam tiba-tiba mas sholeh mengeluarkan sepucuk undangan sambil tersenyum,aku harap antum semua bahagia insya Allah minggu depan ana menikah dengan seorang akhwat cantik dari medan,dia juga seorang muallaf ,kami semua terkejut,oloan yang lebih terkejut lagi lha mas kok gak bilang-bilang sich…

 

          Hari ini adalah hari yang paling bahagia buat ,mas sholeh tepat di Solok kampungnya mas sholeh suasana rumah yang penuh dengan hiasan di iringi nasyid mesut kurtys berjudul Burdah,suasana walimah yang istimewa setelah ijab Kabul di mesjid,terlihat wajah tenang mas sholeh menyalami beberapa tamu ikhwan yang datang karena,tempat duduk tamu laki-laki memang pisah dengan tamu perempuan,pernikahan yang benar-benar Islami,tapi seperti biasa penyakit penasaranku kambuh lagi ku intip hijab ingin melihat istri mas sholeh,aku terkejut ketika mataku terpaku pada akhwat yang mendampingi mas sholeh,wanita itu agak pendek,wajahnya biasa-biasa saja,tapi saat berjalan kulihat sesuatu di pegang oleh wanita itu,alangkah terkejutnya aku ternyata akhwat itu cacat sebelah kakinya,hatiku berdebar tak sadar air mataku terjatuh..aku segera memalingkan wajahku,teringat kata-kata mas sholeh jum’at lalu ,”insya Allah ana akan menikah dengan akhwat cantik.Saat walimah selesai aku dan ketiga ikhwan lainnya pamitan sama mas sholeh,saat salaman aku memeluk mas sholeh sesenggukan aku menangis,’mas jazakallah ..mas sholeh telah membuka mataku mengenai makna akhwat cantik,mas aku juga ingin memperoleh akhwat cantik,cantik imannya.mas sholeh tersenyum kulihat dia juga menangis,sambil berbisik yang rajin ngajinya ya dan jangan lupa berdoa kepada Allah akhwat apa yang antum inginkan niscaya Allah akan kabulkan.

 

 

          Sepanjang pulang dari solok,perasaan haru menyelimuti jiwaku,mas sholeh yang ganteng,semampai,banyak hafalan qurannya,terkenal,juga berprestasi di kampus dan punya penghasilan lumayan memilih akhwat biasa dan tidak cantik,Ya Allah kerdilnya jiwa ini.Seminggu berlalu mas sholeh tidak tinggal di wisma ar rijal lagi,ya Allah hari ini aku bertekad akan memperbaiki diriku,ya Allah kerdilnya jiwa ini,ya Allah berikanlah aku pendamping yang cantik imannya.

 

 

Alhamdulillah,akhirnya pendidikanku rampung juga di Al madany,ustad nur ridho mengatakan nilaiku yang tertinggi dan kemampuan tahfiz dan bahasa arabku terbaik hingga aku di tawarkan ustad mengajar di almadany,akupun menerima tawaran itu sambil meneruskan pendidikan di UNP ,alhamdulillah pengajian rutinpun berjalan lancar dan yang jelas gue selalu menundukkan pandangan dan menjaga hati dari para bunga-bunga dakwah,cukuplah Allah yang akan memilihkan bunga terbaik untukku.Sebulan sudah aku mengajar di almadany,satu persatu saudara-saudaraku angkat kaki dari wisma,semua sudah tamat dan kembali kekampung halamannya,sekarang aku yang dituakan di wisma membina adik adik baru dari berbagai propinsi.tiba-tiba HPku berbunyi ada sms masuk Mas Sholeh ,” Ridhwan nama antum indah sekali,ridhwan adalah nama malaikat penjaga surga,semoga antum dikaruniakan Allah istri sholeh yang cantik yang akan membawa antum masuk surga,amin.alhamdulillah ummi hafsah udah hamil kedua,mohon doanya ya semoga menjadi anak-anak yang sholeh,”air mataku berlinang.mas sholeh tidak melupakanku,

 

          Besoknya ada panggilan mendadak dari ustad nur,katanya penting,akupun datang dan alangkah terkejutnya aku saat ustad nur menanyakan apakah aku sudah siap menikah,aku diam saja tapi ya Allah hamba rindu berjihad dengan teman istimewa,ustad lalu melanjutkan kalimatnya,kemarin ummu Abdullah minta carikan ikhwan untuk binaannya dan ana pertimbangkan agaknya antum yang cocok menikah dengan akhwat itu,usianya tua setahun dari antum,untuk lebih lengkapnya antum baca data ini didalamnya juga ada photo akhwatnya,silahkan antum pertimbangkan,ummu Abdullah hanya memberi waktu 1 minggu.

 

          Sesampai di wisma aku segera siap-siap ke mesjid sholat isya,munajatku terdalam kepadamu ya robbi berilah hamba istri yang cantik imannya yang mau diajak berjuang ke surga,hari sudah menunjukkan jam 9 malam entah kenapa aku enggan ke wisma,ingin di mesjid saja menumpahkan galau hati ini.Akhirnya aku harus ke wisma juga,sampai dikamar data itu belum kubuka,bahkan aku bertekad tidak akan membukanya,insya allah aku stiqoh dengan pilihan ustad sederhana itu dengan mengharap ridho Allah akupun mengiyakan tawaran ustad nur.Hari jum’at adalah hari yang di sepakati untuk melaksanakan ta;aruf di rumah ustad nur,alangkah terkejutnya aku ketika hijab dibuka aku disuruh ustad melihat calon istriku,akhwat itu….ya Robbi akhwat baju hijau lumut yang pernah kulihat setahun yang lalu,akhwat itu ustazah Wulandari yang setiap hari mengajar tahfidh,jebolan al azharitu, walaupun kami jarang komunikasi tapi aku sudah mendengar kesholehannya di mana-mana,ya Allah aku terharu.

 

         

          Hari ini,hari pernikahan gue dengan akhwat cantik karunia Allah,mahar yang dimintanya cukup sederhana tapi mendalam maknanya,uang sepuluh ribu dan hafalan surah ar rahman, ku kirim sms untuk mas sholeh,,,Mas jazakallah atas doanya,akhwat cantik itu telah di karuniakan Allah,cantik imannya,cantik rupanya,seperti yang pernah ana inginkan wlaupun tidak pernah terucap.Aku tersenyum lalu kupencet send.Ku pandang bidadari yang menunduk malu itu seraya bertasbih memuji Allah memuji karunianya….dia tersenyum bidadariku cantik sekali,cantik imannya melebihi cantik wajahnya.alhamdulillah. tut..tut..tut…sms masuk dari mas sholeh ,”Allahu Akbar,suatu hari ketika rosulullah di ajak malaikat jibril ke surga,rosulullah melihat sekelompok bidadari dan anehnya ada satu bidadari yang beda,bidadari itu hitam manis dan matanya biru,lalu rosulullah bertanya itu bidadari siapa ya jibril,jibril berkata itu bidadari yang di sediakan Allah untuk umar bin khattab,karena umar pernah terbersit keinginan dalam hatinya memiliki bidadari hitam manis di surga,Ridhwan begitulah janji Allah pasti,ketika kita bertaqwa Allah akan mengabulkan keinginan kita,so keep istiqamah in this way ok! Segera kubalas,’ok mas Allahu Akbar!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KSA,27 Ramadhan 1429 H

Sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholeha,jazakallah suamiku karena engkau menikahiku dijalan dakwah dan karena Allah semata,semoga Allah kekalkan cinta kita.

 

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.