MUHASABAH CINTA

Ya Allah jadikanlah cintaMU padaku dan cintaku padaMU cukup menjadi hartaku

Permata Bunda January 23, 2009

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jan

Bundaaaa….”,baju fayad mana hari ini kan hari selasa fayad pake baju pramuka,teriakan jundiku yang no 3 itu membuatku tidak konsentrasi lagi menyiapkan sarapan pagi,roti bakar yang sedang kumasakpun kuturunkan karena fayad menarik-narik bajuku,kemarin bunda kan siapkan di kamar belakang nak,”bisa ngambil sendirikan,sementara aku mengambil baju fayad di kamar belakang,Yahya merengek memintaku membantunya mengerjakan PR matematika dari ustazahnya katanya lupa mengerjakan,Ya Allah segera kupasangkan baju fayad yang terus menangis karena kedinginan pake handuk siap mandi.

 

Bunda,minta uang jajan ayub  juga kemarin ustazah bilang beli kertas warna buat ketrampilan,bundaaaa cepetan ntar ayub terlambat mobil jemputan sebentar lagi datang,” ayub merengek meminta uang yang diperlukannya sambil kupasangkan baju fayad kuambil uang sisa belanja kemarin dalam kantong gamis lusuhku lalu kuberikan buat ayub,buya anak-anak belum juga pulang karena jadwal shubuhnya memang padat,siap sholat shubuh langsung ceramah di mesjid dan setelah itu buya juga akan mengisi siaran radio rumah sakit selama setengah jam,sebenarnya pagi-pagi begini waktu yang sangat kubutuhkan bantuan buya untuk mengurus anak-anak.

 

Ayub,cepat mandi lagi nak setengah jam lagi mobil jemputan datang,sementara yahya yang masih sibuk mengerjakan PRnya nampak konsentrasi sesekali dia bertanya bila ada beberapa rumus matematika yang tidak dipahaminya,dan akupun tetap menjawab sambil kembali membakar roti untuk sarapan anak-anak juga menyiapkan susu 4 gelas plus menyiapkan teh telor untuk buya anak-anak karena kesibukan buya kerja dan dakwah maka sesibuk apapun aku tetap menyiapkan minuman alami yang berenergi untuk buyanya anak-anak,baru saja aku menuangkan air panas ke dalam gelas pertama terdengar tangisan si kecil syahidah,aduh kalau dia udah bangun maka aku tidak bisa lagi berlama-lama mengerjakan pekerjaanku,alhamdulillah PR yahya jundiku yang sulung telah selesai dan setelah sholat shubuh dari mesjid kusuruh langsung mandi dan mengusahakannnya tidak tiudr lagi siap shubuh,yahya adalah jundiku yang sangat cerdas tapi kadang nakalnya sering membuat adik-adiknya menangis tapi yahya suka membantu adik-adiknya terutama memandikan adik-adiknya dipagi hari katanya supaya bunda gak repot,alhamdulillah.

 

Usman antum bangun lagi,”udah jam 6.30 kata ustazah orang yang melalaikan sholatnya tempatnya neraka,kalau gak percaya Tanya aja sama bunda,ceramah yahya mulai keluar,usman yang masih di Playgroup memang masih sulit untuk dibangunkan,yahya kadang mengerjainya dengan menyiramkan air di muka usman hingga jundiku itupun akan menangis dan mengadu sama bundanya,alhamdulillah sarapan anak-anak sudah kusiapkan sekalian makan siang untuk yahya dan ayub yang belajar extra sampai sore,alhamdulillah jundi sulungku pengertian,kucium kening yahya dan kubelai kepalanya tiba-tiba syahidah bangun kulihat dia pipis di celana,dia menangis kera-keras karena bangun sendiri tak ada bundanya disampingnya ,kugendong syahidah ke kamar mandi,syahidah masih berusia 2 tahun,kumandikan syahidah sambil bilang sama yahya untuk mengajak adik-adiknya sarapan pagi dengan roti bakar dan susu yang telah kusiapkan.

 

Ruapanya buya anak-anak udah pulang,kudengar teriakan usman sama buya,”buya simakkan hapalan an naba’ usman karena hari ini ustazah akan menguji hapalan usman,celoteh jundiku yang satu itu membuatku tersenyum sendiri sambil memandikan syahidah terdenganr usman murajaah hapan sama buya,sambil mereka sarapan bersama,alhamdulillah ya Allah kau mudahkan anak-anakkku menghapal ayat-ayatmu.5 menit lagi mobil jemputan akan datang terlihat baju pramuka fayad belepotan terkena susu,kuambil kain lap dan kuseka baju kotornya sambil menggendong syahidah yang terus menangis minta ikut juga ke sekolah,kupasang baju gamis mungil untuk syahidah juga jilbab warna hijau,sejak kecil aku dan buyanya berusaha menerapkan kehidupan Islam dalam rumah,meskipun syahidah masih keci tapi kami berusaha memakaikan jilbab untuk syahidah kecil.

 

Bunda,” syahidah ikut cekolah cama bang yahya biar syahidah pintal, sambil merapikan jilbab mungilnya aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang lugu,buya segera menggendong syahidah agar aku segera bisa meyiapkan keperluan buya,jam 7 kurang 2 menit anak-anak sudah rapi semua dan segera kusuruh menunggu mobil jemputan didepan rumah,bunda…bunda mobilnya dah datang seperti biasa aku segera keluar dan melihat dari pintu,satu persatu mereka mencium tanganku dan kedua pipiku kadang-kadang malah pipiku berkali kali dicium ,hati-hati anak-anak bunda ya jangan nakal di sekolah,patuh sama ustazah, akhirnya jangan lupa doa ya,” ya bundaaaa assalamu’alaikum mereka srentak menjawab sambil melambaikan tangan terdengar sayup olehku mereka berdoa bismillahi tawakaltu…

Alhamdulillah ya Allah tuntunlah jundi-jundiku dalam belajar,jadikalah mereka ilmuan yang ulama amin.

 

 

Aku segera masuk kerumah kulihat syahidah lagi disuapin sama abang,abang dah sarapan belum,”Udah dek, alhamdulillah tadi siap ceramah ketemu pak haji di kedai saiyo abang di traktir makan,abang tersenyum-senyum melihatku,aku jadi malu,ih ada apa sih bang,abang hanya tersenyum disuruhnya aku bercermin,astaghfirullah wajahku belepotan juga gamisku,aku cemberut memandang wajahku dicermin,kehamilanku yang sudah memasuki bulan ke 6 membuatku kelihatan lucu,ku lihat abang eh dasar dia masih saja senyum-senyum,kenapa sih nertawain adek ya! Dengan wajah sedikit ngambek aku melihat ke abang,nggak sayang abang hanya tersenyum adek kelihatan capek ya,repot ya sayang banyak anak? Aku diam saja,abang memelukku dan berbisik mesra”abang mencintai adek karena Allah,sabar ya sayang jundi-jundi kita adalah asset kita di akhirat kelak,mudah-mudahan adek menjadi ahli surga karena kesabaran adek mendidik anak-anak kita.aku tersenyum alhamdulillah abang adek bahagia meskipun repot suara ribut mereka seperti musik jiwa yang mengusir rasa sepi,yahya kelas 5 SD,ayub kelas 4,fayad kelas 2 dan usman masih di Playgroup,syahidah usia 2 tahun dan 3 bulan lagi jundiku akan lahir lagi,Ya Allah jadikanlah jundi-jundiku menjadi syuhada.

 

 

Alhamdulillah semua pekerjaan rumah selesai hari ini ada acara tafsir hadist ba’da dzuhur bersama ustad irsyad di mesjid syukur,maka aku berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat,alhmdulillah jam 10 semua selesai,kusempatkan sholat dhuha,syahidah sepertinya mulai bosan main dan menangis sepertinya dia ngantuk,kubawa syahidah kekamar dan seperti biasa aku mengajaknya tidur sambil kudongengkan kisah-kisah sahabat sesuai dengan bahasa yang dimengertinya,setengah jam kemudian syahidah tidur,mataku terasa berat baru saja aku akan tidur,terdengar pintu di ketuk,ternyata binaanku datang silaturahim.Dia curhat mengenai keinginanya untuk menikah dan ingin segera menyempurnakan separuh dinnya dan menjadi ummahat sepertiku,pembicaraan hangat hingga tak terasa dzuhur menjelang dan kami sholat bersama,juga berangkat ke mesjid syukur acara tafsir hadist,badanku terasa sedikit letih dan agak ngantuk tapi kuusahakan mengikuti acara sampai selesai.setelah sholat ashar abang pulang dan kubiarkan syahidah bermain sambil kusiapkan makan siang untuk abang,beliau terlambat pulang karena ada beberapa laporan yang mesti disiapkannya .Setelah makan abang berangkat lagi ngisipengajian rutin di kantor PLN,aku ngatuk sekali..kepalaku terasa berat baru teringat aku belum makan siang,aku segera makan dan kuajak syahidah ke kamar agar aku bisa tidur sejenak.Baru saja aku mau tidur….terdengar suara memanggil,”bunda…bunda,oh ternyata anak-anak sudah pulang,Bunda besok yahya ada acara studi banding ke payakumbuh,bunda ayub dapat juara 1 menggambar belikan hadiah donk bun,bunda fayad tadi dipukul sama farid di sekolah…ukh..ukh..fayad mengadu sambil menangis dan memelukku,sementara usman menarik narik bajuku minta di belikan es walls yang lewat di depan rumah.jundi-jundiku sayang sekarang duduk yang rapi,mereka serentak diam dan duduk mengelilingiku,aku menatap mereka penuh cinta,siapa yang sayang sama bunda? Yahya!ayub!fayad! usman! Srentak mereka mengangkat tangan dan berebutan mencium pipiku,musik jiwa itupun memainkan melodinya menjadikan sunset semakin indah dibelakang rumah sederhanaku..yang diramaikan oleh 5 jundi karunia illahi.

 

 

 

 

KSA,26 Ramadhan 1429

Rabbana  atina min azwajinawa zurriyatina qurrataa’yun waj’alna lil muttaqina imama…ameen

 

One Response to “Permata Bunda”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s