MUHASABAH CINTA

Ya Allah jadikanlah cintaMU padaku dan cintaku padaMU cukup menjadi hartaku

sensitifnya hati January 31, 2009

Filed under: dakwah — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jan
Tags:

caotkpkbsaudaraku akhwat wa ikhwahfillah…pada suatu hari para sahabat sedang berkumpul,tiba-tiba rosulullah datang dan mengatakan bahwa seribu diantara kalian ada satu orang yang munafik,dan catatannya ada di tangan huzaifah,para sahabatpun terdiam dan saat itu yang paling merasa dirinya mungkin satu orang yang munafik itu adalah Umar Bin Khattab..salah satu sahabat yang di jamin masuk syurga dan memiliki ibadah seperti rahib dimalam hari,seperti singa saat berada di medan jihad,tapi kenapa umar merasa justru dia yang munafik?

ikhwahfillah…

itulah karakter sensitifnya hati sahabat akan kecemasannya terhadap masa depan akhirat,cemas mereka apakah Allah ridho terhadap mereka atau tidak,jika kita di hadapkan pada pertanyaan Rosulullah tadi,seribu diantara kalian ada yang munafik,mungkin kita akan segera melihat kepada teman kita,atau menunjuk mereka,sementara kita merasa aman dari sifat kemunafikan,pun jika seandainya kita di tanya seribu diantara kalian ada satu yang masuk syurga,mungkin kita akan merasa bahwa kita lah calon penghuni syurga itu dan memandang orang lain semuanya  masuk neraka.

ukhti wa akhifillah fi sabilillah…

kisah diatas seyogianay menjadi acuan akan kondisi hati kita saat ini,ketika dakwah ini mulai terbuka,ketika dakwah ini mulai nampak lebih indah justru dai dan daiyah didalamnya sedang mengalami kegersangan hati,tidak lagi bergetar hati ketika mendengar ayat-ayat Allah,bahkan sering saat kita ada acara dakwah saat al qur’an dibacakan kita justru sibuk berbicara dengan teman kita,saat masyarakat kita butuh teladan akan dai dan daiyah yang bersahaja justru  kita mulai mencintai benda-benda dunia ini,daiyahnya mulai mengoleksi baju2 cantik(padahal masih banyak pakaian dilemari yang tersusun rapi,daiyah mulai memakai cincin emas dijari..mungkin lebih dari 2 jari terisi…tidak ada lagi rasa sensitif terhadap penderitaan rakyat miskin yang lapar dan mereka menyaksikan cincin mengkilap yang kita pakai..mulai lalai mengenakan kaus kaki saat bertemu dengan laki-laki yang tidak muhrim.para dai juga muali longgar terhadap hijab akan lawan jenis,sudah mulai derai-derai tawa mengiringi interaksi yang sangat beda dari hijab tahun 80-an atau 90-an….

saudaraku akhwat wa ikhwahfillah yang dirahmati Allah..

bukan berarti Islam tidak membolehkan kita mengecap nikmatnya duniawi,tapi kita telah menjual diri dan harta kita untuk Allah semata,hal yang sesungguhnya bukan kebutuhan tapi kita tidak henti-hentinya mengejar dunia ini..kita takut ternyata “wahn” telah bersemi dalam diri kita yang kita poles dengan alasan dakwah yang terbuka dan lain-lain..jika sudah begitu maka hilanglah rasa sensitif hati tadi,ketika sensitif hati sudah hilang dari diri dai dan daiyah,,maka dengan apakah kegersangan hati-hati perindu hidayah akan terobati sementara oase yang di nanti diterbangkan oleh kecintaan terhadap dunia..maka marilah kita kembali saudaraku..mengukur dan menghitung-hitung diri apakah hati kita masih peka dan berhati-hati dari dosa,atau mulai kebal hingga dunia begitu indah terasa…wallahu a’lam..

 

kontemplasi taujih buat istriku yang jauh (semoga selalu dibekali Allah dengan taqwa)

 

One Response to “sensitifnya hati”

  1. ukhtichan Says:

    izin di copy ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s