MUHASABAH CINTA

Ya Allah jadikanlah cintaMU padaku dan cintaku padaMU cukup menjadi hartaku

Saksi Mata: Pasukan Israel Eksekusi Massal Puluhan Tawanan February 6, 2009

Filed under: news — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Feb

korban901_300_0Gaza 5 februari 2009

Palestinian Center untuk Pembelaan Tahanan menegaskan pasukan penjajah Zionis Israel telah melakukan kejahatan perang selama agresi ke Jalur Gaza yang berlangsung 23 hari. Kejahatan perang ini terjadi secara sistematis dan disengaja terhadap puluhan tawanan Palestina yang ditawan serdadu Israel di rumah-rumah dan lorong-lorong perumahan. Pasukan Israel mengesekusi mereka dengan darah dingin, baik dengan menembak langsung atau dengan serangan artileri dan roket.

Palestinian Center menegaskan dalam laporannya, Rabu (04/02), menurut berbagai saksi yang selamat dari perang Gaza menegaskan apa yang disampaikan pihaknya. Mengenai terjadinya eksekusi yang sesungguhnya terhadap tawanan yang ditangkap dalam perang, yang semestinya diperlakukan sebagaimana layaknya tawanan perang. Pasukan penjajah Israel telah melanggar piagam dan konvensi internasional dan tidak memperlakukan para tawanan layaknya “tawanan perang”. Bahkan pasukan Israel mengeksekusi mereka, meskipun di antara mereka adalah anak-anak baru berusia beberapa bulan, kaum wanita dan warga sipil.

Misa Fauzi Samuni (19), seorang warga Palestina dari kampung Zaitun, menuturkan bahwa serdadu Israel membawanya bersama putrinya yang baru berusia 9 bulan dan sekitar 30 orang lainnya dari anggota keluarga besar Samuni ke sebuah rumah milik kerabatnya. Wanita muda ini mengatakan, “Serdadu Israel memerintahkan kami menemani mereka ke rumah Wail Samuni (40). Rumah Wail itu semacam gudang yang terbuat dari semen dengan luas sekitar 200 meter persegi. Jumlah kami tadinya sekitar 30-an orang kemudian menjadi 70 orang. Kami tinggal di rumah ini sampai hari berikutnya tanpa air dan makanan.”

Misa mengatakan, “Di pagi hari berikutnya, sekitar pukul enam pagi waktu Gaza, serdadu Israel menembak orang-orang yang mencoba meninggalkan lokasi untuk mencari kerabatanya yang lain. Beberapa saat kemudian tank-tank Israel menembakan serangan artileri ke rumah tersebut. Ketika menghantam rumah, saya langsung mendekap putrinya menelungkup tanah. Asap dan gas menyebar ke mana-mana. Saya mendengar teriakan dan tangis. Setelah asap sedikit menipis dan agar terlihat sesuatu saya melihat sekitar saya sekitar 20 sampai 30 orang gugur dan sekitar 20 orang terluka.”

Misa sendiri terluka ringan. Namun dia mengatakan telah kehilangan suami, dua orang tua dan 7 kerabatnya saat itu juga. Sedang putrinya yang masih bayi kehilangan tiga jari-jarinya.

Lembaga kemanusiaan Palang Merah sebelumnya telah menudup militer Israel menghalangi tim penolong dan ambulan untuk sampai ke kampung Zaitun. Palang Merah mengatakan, “Militer Israel tidak memperbolehkan mobil ambulan sampai ke sejumlah rumah di kampung Zaitun. Daerah yang menjadi target serangan Israel dan lokasi terjadinya eksekusi massal terhadap para tawanan Palestina.”

Lembaga internasional ini menyebutkan bahwa timnya berhasil menolong 18 korban luka di kampung Zaitun dan menemukan 12 jasad korban yang meninggal dalam satu rumah. Pihaknya menyebut ini adalah peristiwa yang mengerikan dan membuat sock.

PBB sendiri juga mengatakan bahwa militer Israel telah membunuh 30 warga sipil di antara 110 warga Palestina yang dikumpulkan dalam satu rumah di kota Gaza. Sejumlah aktivis HAM menyerukan dilakukan investigasi independent dan kredibel terkait pelanggaran hukum kemanusiaan dan internasional oleh Israel.

Biro Koordinasi Aktivitas Kemanusiaan PBB di Gaza dalam pernyataannya mengatakan pihaknya telah mengumpulkan buksi-buksi dan kesaksian para saksi mata yang menunjukkan bahwa serdadu Israel pada 4 Januari lalu telah mengumpulkan sekitar 110 warga Palestina dalam satu rumah di kampung Zaitun, separohnya anak-anak, kemudian serdadu Israel memerintahkan mereka tinggal di dalam rumah tersebut.

Pernyataan ini menambahkan, “24 jam setelah itu pasukan Israel menggempur rumah tersebut beberapa kali secara sengaja dan dimaksud, hingga mengakibatkan terbunuhnya 30 orang.” Ditambahkan, “Mereka yang selamat dan berhasil berjalan sejauh 2 kilometer akhirnya sampai ke jalan Shalahuddin. Mereka dibawah ke rumah sakit dengan mobil biasa. Korban meninggal paling kecil berusia 5 bulan begitu sampai di rumah sakit. Peristiwa ini merupakan peristiwa paling berbahaya sejak dimulainya agresi” Israel di Jalur Gaza pada 27 Desember 2008.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s