MUHASABAH CINTA

Ya Allah jadikanlah cintaMU padaku dan cintaku padaMU cukup menjadi hartaku

Surat terbuka buat akhifillah May 4, 2009

Filed under: cerpen — akhwatfillah @ 11.30 +00:00May
Tags:

 

dsc00162Assalammualaikum Warahmatulah hiwabarokatuh,

Akhi, untuk kesekian kalinya kita bercakap-cakap. Walaupun tidak saling bertatap muka, walaupun isi pembicaraannya tidak melewati batas2 kewajaran, tapi hati merasakan sesuatu.

Sejujurnya, dihati ini ana menolak. Ana takut dibalik niat baik kita tsb (Insya Allah), syeitan selalu menanti kelengahan kita. Ana takut, yang semula niat suci hanya untuk minta keridhoan Allah SWT, tercemari oleh nafsu-nafsu dunia. Dibalik percakapan-percakapan tsb, timbul rasa senang.

Syeitan sudah memasang perangkapnya di hati ini. Ana takut hati yang semula ikhlas, menjadi timbul penyakit-penyakit hati. Sedangkan Allah telah berfirman:

Dan janganlah kamu dekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu

perbuatan yang keji dan suatu yang buruk.” (Al-Isra:32)

Dulu, hati ini pernah mengalami hal seperti itu. Sekarang ana ingin menata hati ini yang telah terpecah-pecah hanya untuk mengharap ridhoNya.

Mungkin antum bisa menjaga hati antum. Tapi ana? Ana butuh perjuangan keras agar jangan sampai terjatuh untuk ke dua kalinya. Padahal ana sudah meminta antum agar bisa membicarakan persoalan melalui email. Dengan email, hanya pokok persoalan saja yang tertuang, Tidak ada senda gurau, kalaupun ada mungkin hanya sebuah simbol senyum. Awalnya, antum terima saran ana ini. Selanjutnya mungkin antum lupa pesan ana tsb. Ana hanya bisa bersuudzan, karena hanya alternatif ‘lupa’ itu saja yang bisa ana temukan. Karena ana teringat akan sepotong kalimat:

Berikan penafsiran terbaik ttg apa yang engkau dengar, dan apa yang diucapkan saudaramu, sampai engkau menghabiskan semua kemungkinan dalam arah itu.

 

Akhi, kalau memang sudah ditakdirkanNYa, saat-saat itu hanya beberapa bulan lagi. Insya ALlah. Bersabaralah akh, janganlah antum torehkan sebersit garis hitam selama penantian itu. Ana yakin, antum tidak bermaksud untuk menorehkan noda itu.

Kelak, bila masa tsb telah tiba, semuanya milik antum. Yang dulunya diharamkan oleh Allah, menjadi halal bagi antum. Tetapi tunggulah untuk beberapa saat. Sebentar lagi. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui suatu ikatan, Allah memberikan banyak keindahan & kemuliaan.

 

Akhi, semula ana menerima antum karena dien yang antum miliki. Bukan karena harta atau keluarga antum . Ana ingin kelak antum bisa membimbing ana untuk selalu bisa berjalan dijalanNya. Ana ingin kelak bisa berdakwah bersama antum. Ana ingin.. ingin… dan semua keinginan muncul, setelah antum meminta kesediaan ana untuk menemani antum dalam menempuh kehidupan ini. Ana khawatir, semuanya akan kandas ditengah jalan sebelum masa tsb telah tiba. Tentu antum tidak mengharapkan hal itu terjadi.

 

Bantu ana akh, bantu untuk tidak terlalu sering berhubungan. Hati ini masih rapuh sekali, retakan2 hati ini masih basah, belum merekat dengan erat. Jangan sampai retakan-retakan itu kembali menjadi puing-puing.

Sungguh, sulit sekali bagi ana untuk menatanya lagi.

Akhi, ana mohon periksalah hati ini. Sudahkan niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridho Allah? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai dengan harapan? Allah Maha Pengampun akh, menangislah mohon ampunan apabila niat tsb sudah berubah kejalannya syeitan. Istighfar akhi.

 

Ana juga berkaca di diri ini, mungkin tindakan ana selama ini salah. Membantu antum merasa yakin atas tindakan antum sendiri.

Afwan akhi, bukan maksud ana menjerumuskan antum ke jalan syeitan. Ana juga ber-istighfar dan mohon ampun ke Yang Maha Besar AmpunanNya dan Maha Pedih siksaanNya atas kesalahan yang tidak ana sadari ini.

 

Malam ini, ana bermunajat kepadaNya. Mohon diluruskan jalan yang akan ana tempuh. Mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah ana lakukan sebagai makhluk yang tidak luput dari segala kealpaan. Ya Rabbi, bersihkan hati ini dari kotoran-kotoran yang membuat hamba lalai dalam beribadah. Dari kejahatan-kejahatan yang terselubung yang tiada hamba sadari. Ampuni hamba ya Allah. Amin.

 

Akhi, semoga ini mewakili ana yang tidak berani untuk menghubungi antum. Dan semoga antum mengerti alasan mengapa selama ini ana jarang sekali untuk memulai suatu pembicaraan. Sekali lagi afwan, bila hal ini menganggu antum, ini semata2 ana lakukan buat kemaslahatan kita bersama.

 

Jazakummullah khairan katsira.

Wassalamu’alaikum warohmatulah hiwabarokatuh,

 KSA,6 /5/1430

Buat akhwat & ikhwahfillah yang merindukan kesucian cinta,semoga merindukan kembali proses cinta standar para pejuang dakwah..mabruk bagi yang telah sukses menjaga kesucian cintanya hingga Allah halalkan keduanya.

 

8 Responses to “Surat terbuka buat akhifillah”

  1. miphz Says:

    Minta sepenggal kalimat ya, ana tercambuk oleh kalimat ini

    “Akhi, ana mohon periksalah hati ini. Sudahkan niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridho Allah? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai dengan harapan? Allah Maha Pengampun akh, menangislah mohon ampunan apabila niat tsb sudah berubah kejalannya syeitan. Istighfar akhi.”

    Ana mau pasang di Facebook ana T_T Allahuakbar… rabbana dzolamna……………………………………………

  2. agus setiyadi Says:

    teteh ku yang baik, sy tidak tahu kisah ini menyangkut teteh atau rekaan…tapi jujur sy semakin bingung…karena apa yg teteh tulis membuat sy fokus terhadap syahwat….dan segala tehnik pelaksanaannya, entah lah apa yg salah dari kebenaran yg teteh sampaikan, tapi seharus nya jika hati ingin terisi dengan cinta Allah maka fokus nya harus kepada Allah…, kepada rasul dan ajarannya, kepada sahabat, kepada ulama salaf di tiga kurun utama.., coba teteh lihat kembali tulisan teteh ,posisikan diri teteh sebagai kami lelaki…maka effek yg didapat dari tulIsan teteh adalah cantik dan mempesona nya teteh kemudian mencaricara utk mendpt yg seperti teteh…AKTIVIS ROMANTIS

  3. akhwatfillah Says:

    astaghfirullah…semoga Allah mengampuni dosa2 teteh..yang manakah yang perlu teteh perbaiki kasih masukan ya,biar teteh jadikan tulisan privat.jazakallah atas masukannya

  4. Isa Says:

    tergantung orangnya sih.. buatku mah cambuk banget… bahan introspeksi ^^V

  5. Ana Says:

    ana tercambuk oleh cerpen ini..
    knp ceritax mirip ma kisahana………
    semoga allah mengampuni dosa2 qt……….
    amin………..!!!!!!!!!!!

  6. Ahmad Says:

    Semoga Kita di beri petunjuk ke jalan terbaik!! Aminn!

  7. Ida Says:

    tercambuk… astaghfirullah!!!…

    jaz khoir y ukhti…

    tp emang agak menimbulkan tafsir yg ‘lain’ dr tulisan ini…

  8. hamba Allah Says:

    subhanallah…..
    Kisah yg hampir sm dgn ana…
    Afwan ukhti,,ana mengcopy slh stU kalimatx….
    SyukroN katsir….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s