MUHASABAH CINTA

Ya Allah jadikanlah cintaMU padaku dan cintaku padaMU cukup menjadi hartaku

Taubat & kondisi hati October 21, 2009

Filed under: dakwah,halaqoh,Nasehat Rabbani,Uncategorized — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Oct

 HATI adalah organ yang paling utama dalam tubuh manusia dan nikmat paling agung diberikan oleh Allah. Hati menjadi tempat Allah membuat penilaian terhadap hamba-Nya. Pada hatilah letaknya niat seseorang. Niat yang ikhlas itu akan diberi pahala oleh Allah.

Hati perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar tidak rosak, sakit, buta, keras dan lebih-lebih lagi tidak mati. Sekiranya berlaku pada hati keadaan seperti ini, kesannya adalah membabitkan seluruh anggota tubuh badan manusia. Maka, akan lahirlah penyakit masyarakat berpunca dari hati yang sudah rosak itu.

Justeru, hati adalah amanah yang wajib dijaga sebagaimana kita diamanahkan untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan sebagainya daripada berbuat dosa dan maksiat.

Hati yang hitam ialah hati yang menjadi gelap kerana dosa. Setiap satu dosa yang dilakukan tanpa bertaubat itu akan menyebabkan terjadinya satu titik hitam pada hati. Itu baru satu dosa. Maka bayangkanlah bagaimana pula kalau sepuluh dosa? Seratus dosa? Seribu dosa? Alangkah hitam dan kotornya hati ketika itu.

Perkara ini jelas digambarkan dalam hadis Rasulullah bermaksud: “Siapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya.

Jika dia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam.” (Hadis riwayat Ibn Majah).

Hadis ini selari dengan firman Allah yang bermaksud “Sebenarnya ayat-ayat Kami tidak ada cacatnya, bahkan mata hati mereka telah diseliputi kekotoran dosa dengan sebab perbuatan kufur dan maksiat yang mereka kerjakan.” (Surah al-Muthaffifiin, ayat 14).

Hati yang kotor dan hitam akan menjadi keras. Apabila hati keras, kemanisan dan kelazatan beribadat tidak dapat dirasakan. Ia akan menjadi penghalang kepada masuknya nur iman dan ilmu. Belajar sebanyak mana pun ilmu yang bermanfaat atau ilmu yang boleh memandu kita, namun ilmu itu tidak akan masuk ke dalam hati, kalau pun kita faham, tidak ada daya dan kekuatan kita untuk mengamalkannya.

Allah berfirman yang bermaksud “Kemudian selepas itu, hati kamu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Pada hal antara batu-batu itu ada yang terpancar dan mengalir sungai daripadanya, dan ada pula antaranya yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air daripadanya.

“Dan ada juga antaranya yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Baqarah, ayat 74).

Begitulah Allah mendatangkan contoh dan menerangkan bahawa batu yang keras itu pun ada kalanya boleh mengalirkan air dan boleh terpecah kerana amat takutkan Allah.

Oleh itu, apakah hati manusia lebih keras daripada batu hingga tidak boleh menerima petunjuk dan hidayah daripada Allah.

Perkara yang paling membimbangkan ialah apabila hati mati akan berlakulah kemusnahan yang amat besar terhadap manusia.

Matinya hati adalah bencana dan malapetaka besar yang bakal menghitamkan seluruh kehidupan. Inilah natijahnya apabila kita lalai dan cuai mengubati dan membersihkan hati kita. Kegagalan kita menghidupkan hati akan dipertanggungjawabkan oleh Allah pada akhirat kelak.

Persoalannya sekarang, kenapa hati mati? Hati itu mati disebabkan perkara berikut:

Pertama: Hati mati kerana tidak berfungsi mengikut perintah Allah iaitu tidak mengambil iktibar dan pengajaran daripada didikan dan ujian Allah.

Allah berfirman bermaksud “Maka kecelakaan besarlah bagi orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya adalah dalam kesesatan yang nyata.” (Surah al-Zumar, ayat 22).

Kedua: Hati juga mati jika tidak diberikan makanan dan santapan rohani sewajarnya. Kalau tubuh badan boleh mati kerana tuannya tidak makan dan tidak minum, begitulah juga hati.

Apabila ia tidak diberikan santapan dan tidak diubati, ia bukan saja akan sakit dan buta, malah akan mati akhirnya.

Santapan rohani yang dimaksudkan itu ialah zikrullah dan muhasabah diri.

Oleh itu, jaga dan peliharalah hati dengan sebaik-baiknya supaya tidak menjadi kotor, hitam, keras, sakit, buta dan mati. Gilap dan bersihkannya dengan cara banyak mengingati Allah (berzikir).

Firman Allah bermaksud “Iaitu orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan mengingati Allah. Ketahuilah! Dengan mengingati Allah itu tenang tenteramlah hati manusia.” (Surah al-Ra’d, ayat 28)

Firman-Nya lagi bermaksud “Hari yang padanya harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan sebarang pertolongan, kecuali harta benda dan anak-anak orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera daripada syirik dan munafik.” (Surah al-Syura, ayat 88 – 89)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
“Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,
Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,
..dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.”

Advertisements
 

Rindu dakwah “zaman itu” May 8, 2009

Filed under: halaqoh — akhwatfillah @ 11.30 +00:00May
Tags:

 

1_841726033lDi rumah sederhana Abu zainab masih berkumpul ade cs setelah siap menunaikan sholat ashar yang tidak jauh dari rumahnya.Kak Saif,kenapa ya ana kadang merasakan sebuah perbedaan yang jauh antara dakwah kita saat belum terjun ke dunia politik dengan dakwah sekarang.teman2 banyak yang mengeluhkan suasana dakwah kita sekarang yang katanya hambar tanpa makna,lebih fokus ke politik saja,rindu juga taujih-taujih ustad-ustad kita tapi karena mereka sibuk di dunia politik jadi gak ada kesempatan kita ngumpul lagi.Gimana ya kak,apa ada yang salah dengan langkah dakwah kita sekarang.

Baido nasruni yang baru saja menyempurnakan separuh dinnya alias menikah ikut nyambung,iya ni kak,kata teman2 ukhuwah juga mulai berkurang,silaturrahim sesama suadara tidak seperti dulu lagi,dulu tu kalau kita ketemu saudara langsung senyum,salaman  pokonya berasa benar ukhuwahnya,juga dulu ikhwah-ikhwah kita suka hidup sederhana,eh..sekarang udah mulai mewah-mewah padahal masih banyak saudara kita yang kurang mampu yang mesti kita tolong..

 

Kak Saif tersenyum sejenak..kira-kira antum merasakan gak ukhuwah di liqo’ kita hari ini? coba jujur kakak bertanya..semua mengangguk  mengiyakan…kalau di liqo’ kita memang kak terasa tapi teman2 yang lain pada mengeluh di liqo’nya gak enak..kering garing….bla…bla….

Nah..akhifillah semua dalam sebuah pergerakan dakwah ada pilar utama yang harus kita pegang erat dan tidak boleh lepas,pilar inilah yang akan menentukan keistiqamahan seseorang di jalan dakwah ini,akhi semua tentu tahu bahwa sebelum kita terjun ke dunia politik memang semua terasa aman,kalem ibadah yang bagus,ruhi yang stabil..sebenarnya pilar itu tidak jauh-jauh yaitu ikhlas,karena hanya orang2 ikhlaslah yang akan tetap merasakan sebuah kenikmatan dakwah,ibadah dan bergabung dengan saudara2 seiman,saat ini dakwah kita semakin luas merambah ummat,contohnya tahun 1998 saat kita mulai hadir di dunia politik kampanye kita hanya dihadiri oelh orang2 yang tertarbiyah,tahun 2004 mulai di hadiri oleh orang-orang yang tidak tertarbiyah tapi simpati dengan Islam yang ditampilkan oleh kader-kader yang menjaga Islamnya,tahun 2009 dihadiri oleh semua kalanganbahkan non muslim sekalipun,sebenarnya ini adalah sebuah prestasi dakwah yang patut di syukuri.Persoalan yang akhi sampaikan tadi mengenai beda dakwah sekarang dengan yang dulu itu,sebenarnya tinggal evaluasi diri kita..jika kita rindu dakwah zaman itu maka “zaman itu” tidak akan mungkin kembali,yang benar adalah kita hadapai dakwah “zaman sekarang” tapi dengan kembali melakukan ibadah “zaman itu”… sesibuk apapun kita,keistiqamahan diri tetap perlu kita jaga,siapa yang hanya sibuk menilai dan mencari cari kesalahan dalam diri saudaranya itu sudah dipertanyakan ruhinya.

 

Jadi akhifillah semua,intinya adalah pemahaman akan jalan dakwah ini,dan jangan suka menyalahkan pergerakan ini,sistem tarbiyah ini adalah sistem yang dijalankan oleh Rosulullah Saw,apa yang harus kita lakukan sekarang agar dapat merasakan kembali suasana dakwah ‘zaman itu”? ialah kita lebih meningkatkan lagi ruhi kita,perbaharui keimanan kita,kuatkan sholat malamnya,doakan saudara dalam al’ma’tsurat pagi dan sore bayangkan wajah mereka dengan penuh cinta dan sekali lagi jangan lupa bahwa ikatan ukhuwah dengan tingkat keimanan kita ibarat mata uang yang tidak terpisahkan,ketika iman meningkat maka gairah dakwah akan terpacu,keletihan jihad terasa indah,kekurangan saudara disikapi dengan husnuzan.

 

Ade cs tampak mengangguk paham…

Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu,berhimpun dalam naungan cintamu,bertemu dalam ketaatan,bersatu dalam perjuangan menegakkan syariat dalam kehidupan,kuatkanlah ikatannya..lapangkanlah cintanya tunjukilah jalan-jalannya…

Bulir airmatapun menemani rabithoh Baido alim di liqo sore itu

 

PKS merayakan valentine? February 14, 2009

Filed under: halaqoh — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Feb
Tags:

 

3275977833_150c17096fassalamu’alikum,”eh..wa’alikum salam..fadhal akhi,ternyata ade cs datang,maklumlah hari ini pertemuan pertama,kelompok yang satu ini unik,kenapa?karena didalamnya gado gado..ada mahasiswa,ada PNS,ada juga petani ade cs semuanya berjumlah 6 orang,sebenarnya ini bukan pertemuan pertama karena sebelumnya dah sering silaturrahim tapi dalam pertemuan resmi liqo’ ini yang pertama,kulihat wajah-wajah baru itu ade,hasdi,nas,amin,awen,dan yang terakhir baido ,ya Allah semoga halaqoh ini mendapat rahmatMu..amin.

aduh..jadi malu kak ,belum mulai acara kakak langsung menyediakn minuman,gak apa-apa antum semua pasti haus kan diluar panas sekali…ayo silahkan! setelah semua selesai pertemuanpun dibuka dengan tilawah qur,an dan sampailah pada acara yang ditunggu-tunggu.baru saja kak saif buka acara tiba-tiba ade angkat tangan..o ya kak,saya boleh nanya gak? ya.silahkan,ini kak teman-teman dicampus pada protes kabarnya PKS  Depok merayakan Valentine dangan bagi-bagi bunga dan coklat sama remaja-remaja di depok,itu gimana kak,kita kan partai islam,dan sudah tahu valentine itu gak  boleh di rayakan?

kak saif tersenyum,alhamdulillah kakak bersyukur antum semua bertanya dan tabayyun tentang masalah ini,tapi berita merayakan valentine itu tidaklah benar karena hari senin kemarin kakak konfirmasi langsung ke ketua DPD PKS Depok sama ustad mujtahid Rahman Yadi,beliau mengatakan bahwa kita tidak ada merayakan valetine,karena kita memang rencana door to door  sabtu dan minggu , juga program kita satu kader diwajibkan mendatangi 40 rumah yang memiliki remaja,dan juga PKS DPRD Bantul ustad agus hari kamis kemarin telah mengklarifikasi berita itu,bahwa kita menjaring remaja depok bukan untuk merayakan hari valentine,karena dalam Islam itu setiap hari adalah hari kasih sayang,jadi tidak benar berita itu,kita hanya melakukan jaring remaja dan pada saat yang sama momentum valentine itu saja.

ade cs mendengarkan dengan serius,dan alhamdulillah fatwa MUI juga melarang kita melaksanakan perayaan valentine,dan yang terpenting sekarang kita berhusnudzan dan yakinlah setiap keputusan sebuah program selalu di musyawarahkan karena kita beda dengan partai lain,kita partai dakwah..dan sebetulnya kakak lebih suka nyebut dakwah daripada partai,kita ada dewan syariah daerah yang mengontrol setiap gerakan kita apakah bertentangan dengan Islam sebagai asas kita atau tidak,itu karena bersamaan aja dengan momentum valentine,tanpa valentinepun kita biasanya melakukan kegiatan door to door,menjaring aspirasi masyarakat dan mengenalkan PKS kita..

jadi kalau teman-teman antum bertanya jelaskan aja seperti itu,eh silahkan minumnya,kok kelihatan serius sekali! iya kak karena kita cemas juga,nanti citra PKS partai dakwah kita jelek dan masyarakat tidak mau lagi menerima dakwah kita,nasruni memberi tanggapan,kalau menurutku sich kita tenang aja karena partai dakwah ini memang lagi dalam sorotan masyarakat yang penting kita sebagai kader harus terlebih dahulu mengetahui info yang sebenarnya,mengenai tanggapan masyarakat itu biasa karena mungkin gak tahu info yang sebenarnya,tinggal kita aja yang menjelaskan…

tak terasa diskusi waktu berlalu,dua jam sudah pertemuan liqo pertama bagi ade cs. alhamdulillah pertemuan pertama ini semoga menambah semangat antum semua,yang penting selalu kita ingat bahwa kita beda dengan partai lain,kita partai dakwah dan jangan lupa bahwa dakwah juga banyak fitnahnya,,tapi kita selalu berusaha berhati-hati dalam setiap tindakan dan tetap merapatkan barisan agar dakwah ini tetap kokoh seperti angka 8  dibolak balik,dipuji,dicaci,dicemooh,disanjung, tetap istiqamah posisinya, tetap bersih :-)..ade cs tertawa renyah,acarapun ditutup dengan doa rabithoh oleh baido..ikhwan yang satu ini memang banyak kelebihan selain hafalan yang banyak paling “ustad” dibanding ade cs…alhamdulillah masing-masing punya kelebihan

ade cs pun pamit sama abu zainab alias kak saif,tiba-tiba dari ruang tamu terdengar aisha memanggil…bang! yup,ada apa ? ini kuenya dah siap kasih ke binaan abang,mumpung lagi hangat,yaaa adek terlambat ikhwahnya dah pada pulang ini untuk abang aja ya?

ih..abang ini gimana sich tadi katanya minta dibuatkan kue,wajah aisha cemberut.gak apa-apa sayang…niat adek insya Allah dah sampai sudah di catat Allah yang penting ikhlas…makan gak makan asal  ikhlas…saif  tersenyum mencubit pipi aisha berlalu dari hadapan istrinya sambil bersenandung..makan gak makan yang asal ikhlas…Dek! zainab nangis..aisha dengan gemas masuk kamar .