MUHASABAH CINTA

Ya Allah jadikanlah cintaMU padaku dan cintaku padaMU cukup menjadi hartaku

perjalanan panjang February 8, 2009

Filed under: dakwah — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Feb
Tags:

“Andai para raja itu tahu kebahagiaan yang kami miliki,
pastillah mereka rebut kebahagiaan kami itu dengan pedang-pedang mereka”

ca88se1bSaudaraku,
Kehidupan tak ubahnya sebuah perjalanan. Ada asal, perlu perbekalan, ada terminal tempat istirahat dan punya tujuan. Seperti seorang musafir yang tinggal sebentar di bawah pohon rindang untuk beristirahat. Tapi segera setelah itu iapun meninggalkan pohon tersebut. Ahh…betapa singkatnya bukan?

Dalam Perjalanan kita yang panjang, yang penuh peluh dan ujian ini mestinya tidak merubah skenario perpindahan yang seharusnya kita lewati. Perpindahan dari kondisi yang buruk menjadi lebih baik. Dari kemaksiatan kepada ketaatan dalam kedamaian Islam.

Perjalanan ini akan cepat sekali membuat kita letih, membuat kita payah. Jiwa kita seperti berada di tengah gurun yang panas yang segera perlu bertemu dengan air telaga yang bening agar ia segera kembali menemukan kesegarannya dan menjadi kuat untuk menempuh kembali setiap aral.

Saudaraku,
Biarlah banyak orang yang mengira menapaki jalan ini adalah jalan yang begitu berat, sebagaimana para nabi, orang-orang shalih, dan para syuhada. Biarlah orang menyangka seperti itu. Karena kita sungguh merasakan kebalikannya. Kenikmatan, ketenangan, kebersahajaan, yang tak bisa terbayar oleh apapun.

Karena kita justru merasakan pengorabanan itu sebagai sebagaian syarat kebahagiaan, karena segala payah dan kesulitan di jalan ini adalah kunci ketenangan yang sebenarnya.

Karena memang ada pertemuan yang indah yang ingin kita jumpai di akhir masa.

(taken from my favorite book,by muhammad nursani on ruhaniyat)

Advertisements
 

berhati-hati di “jalan” ini

Filed under: dakwah — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Feb
Tags:

caolujcp1saudaraku yang berada di jalan Allah..

baginda Rosulullah Saw pernah berkata :

mintalah fatwa dari hatimu,kebaikan itu adalah apa-apa yang jiwa dan hati tentram padanya.dan dosa itu adalah apa-apa yang mengusik dalam jiwa,dan ragu-ragu dalam hati,walaupun orang2 memberi fatwa padamu untuk membenarkannya(HR.MUSLIM)

saudaraku,

ketika kita menyatakan diri berada dalam barisan dakwah ini sesungguhnya kita sudah menyatakan siap dengan segala resiko sebagai seorang jundullah,dan mujahid dakwah,dan menjadikan dakwah itu sendiri sebagai nafas yang tiada henti bergerak memberikan kesejukan bagi para perindu hidayah Allah.Jalan ini memang berat,jalan ini tidak enak tapi inilah pilihan yang telah kita tetapkan sbagai orang yang menyatakan dirinya dai’.

maka ketika gelar itu telah melekat,maka ribuan mata bahkan jutaan mata ummat akan mengawasi gerak-gerik sang pelaku dakwah,maka seyogianya hamba Allah yang telah memba’iatkan diri di jalan ini bersikap hati-hati dalam menempuhnya,jangan tertipu dengan mulusnya jalan,jangan putus asa dengan terjalnya dakian.

saudaraku jundullah fi sabilillah..

ketika jalan ini begitu berbahaya maka wajar jika kita berhati-hati menapakinya,namun kita perhatikan betapa banyak orang-orang yang dalam kemudahnnya justru menjadikannya lupa untuk berhati..memang saudaraku kita bukanlah malaikat,tapi setidaknya hadist Rosulullah tadi bisa menjadi self control dalam diri kita sebelum melakukan sebuah tindakan.

saudaraku kita perhatikan bagaimana kehidupan para salafussaleh yang begitu berhati-hati,kita mungkin lihat bagaimana wara’nya seorang umar bin abdul aziz dalam mulusnya jalan beliau tetap hati-hati menjalankan amanahnya sebagai pemimpin dan sekaligus dai…bisa saja umar bermewah-mewah,bisa saja dia pergi ke tempat-tempat maksiat dan menggunakan kekuasaanya untuk berdakwah,tapi saudaraku apa yang lebih ditekankan oleh umar disini adalah sikap ke hati-hatian.

mungkin kita dengar pernyataan ,kenapa kalau ikhwan masuk warnet kok kayaknya gak biasa,kenapa kalau dai nginap di hotel gak biasa,kenapa dai hidup mewah kok terasa janggal,kenapa ikhwan kok kayaknya gak bebas,sedikit salah langsung terlihat,sementara orang lain tiap harinya mungkin bermaksiat tidak jadi masalah,kenapa kok pelaku dakwah ini mudah sekali terkena fitnah…??

saudaraku…

bersyukurlah kita Allah menempatkan posisi kita mudah terkena fitnah,mungkin Allah ingin mentarbiyah kita agar kita benar-benar bersih sebagai palaku dakwah ketika menghadapNya di yaumil akhir kelak,maka kehati-hatian adalah sebuah keharusan,saudaraku ketika kita melihat orang biasa rakus harta mungkin kitapun sebagai mujahid dakwah merasa biasa,tapi bagaimana jika ulama,dai,ikhwan atau akhwat yang rakus harta mungkin kita merasa gerah dan gak aman…begitu juga umat memadang semua gerak gerik kita.

saudaraku.

marilah kita senantiasa megazamkan diri untuk berhati-hati berbuat di jalan ini,jalan ini memang penuh duri dan tidak enak,tapi Allah menjanjikan pahala syorga bagi siapa yang berhasil melewatinya.ketika dakwah kita mulai terbuka,ketika dakwah kita Allah beri kemudahan maka sesungguhnya itu juga merupakan ujian dari Allah apakah kita akan lalai atau terjerumus jatuh sebagai penumpang dakwah atau kita akan sampai kepada tujuan hakiki dari jalan dakwah itu sendiri,maka bertanyalah kepada nurani kita sebelum berbuat.wallahu a’lam.

kontemplasi taujih buat diri sendiri

 

sensitifnya hati January 31, 2009

Filed under: dakwah — akhwatfillah @ 11.30 +00:00Jan
Tags:

caotkpkbsaudaraku akhwat wa ikhwahfillah…pada suatu hari para sahabat sedang berkumpul,tiba-tiba rosulullah datang dan mengatakan bahwa seribu diantara kalian ada satu orang yang munafik,dan catatannya ada di tangan huzaifah,para sahabatpun terdiam dan saat itu yang paling merasa dirinya mungkin satu orang yang munafik itu adalah Umar Bin Khattab..salah satu sahabat yang di jamin masuk syurga dan memiliki ibadah seperti rahib dimalam hari,seperti singa saat berada di medan jihad,tapi kenapa umar merasa justru dia yang munafik?

ikhwahfillah…

itulah karakter sensitifnya hati sahabat akan kecemasannya terhadap masa depan akhirat,cemas mereka apakah Allah ridho terhadap mereka atau tidak,jika kita di hadapkan pada pertanyaan Rosulullah tadi,seribu diantara kalian ada yang munafik,mungkin kita akan segera melihat kepada teman kita,atau menunjuk mereka,sementara kita merasa aman dari sifat kemunafikan,pun jika seandainya kita di tanya seribu diantara kalian ada satu yang masuk syurga,mungkin kita akan merasa bahwa kita lah calon penghuni syurga itu dan memandang orang lain semuanya  masuk neraka.

ukhti wa akhifillah fi sabilillah…

kisah diatas seyogianay menjadi acuan akan kondisi hati kita saat ini,ketika dakwah ini mulai terbuka,ketika dakwah ini mulai nampak lebih indah justru dai dan daiyah didalamnya sedang mengalami kegersangan hati,tidak lagi bergetar hati ketika mendengar ayat-ayat Allah,bahkan sering saat kita ada acara dakwah saat al qur’an dibacakan kita justru sibuk berbicara dengan teman kita,saat masyarakat kita butuh teladan akan dai dan daiyah yang bersahaja justru  kita mulai mencintai benda-benda dunia ini,daiyahnya mulai mengoleksi baju2 cantik(padahal masih banyak pakaian dilemari yang tersusun rapi,daiyah mulai memakai cincin emas dijari..mungkin lebih dari 2 jari terisi…tidak ada lagi rasa sensitif terhadap penderitaan rakyat miskin yang lapar dan mereka menyaksikan cincin mengkilap yang kita pakai..mulai lalai mengenakan kaus kaki saat bertemu dengan laki-laki yang tidak muhrim.para dai juga muali longgar terhadap hijab akan lawan jenis,sudah mulai derai-derai tawa mengiringi interaksi yang sangat beda dari hijab tahun 80-an atau 90-an….

saudaraku akhwat wa ikhwahfillah yang dirahmati Allah..

bukan berarti Islam tidak membolehkan kita mengecap nikmatnya duniawi,tapi kita telah menjual diri dan harta kita untuk Allah semata,hal yang sesungguhnya bukan kebutuhan tapi kita tidak henti-hentinya mengejar dunia ini..kita takut ternyata “wahn” telah bersemi dalam diri kita yang kita poles dengan alasan dakwah yang terbuka dan lain-lain..jika sudah begitu maka hilanglah rasa sensitif hati tadi,ketika sensitif hati sudah hilang dari diri dai dan daiyah,,maka dengan apakah kegersangan hati-hati perindu hidayah akan terobati sementara oase yang di nanti diterbangkan oleh kecintaan terhadap dunia..maka marilah kita kembali saudaraku..mengukur dan menghitung-hitung diri apakah hati kita masih peka dan berhati-hati dari dosa,atau mulai kebal hingga dunia begitu indah terasa…wallahu a’lam..

 

kontemplasi taujih buat istriku yang jauh (semoga selalu dibekali Allah dengan taqwa)